Daftar Negara yang Masuk Jurang Resesi Ekonomi Selama Corona

Safira Fitri, Jurnalis · Sabtu 01 Agustus 2020 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 01 20 2255410 daftar-negara-yang-masuk-jurang-resesi-ekonomi-selama-corona-eYK2SyXttI.jpg Ekonomi AS Alami Resesi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) menjadi negara baru yang terperosok pada jurang resesi. Di mana negara maju lainnya telah mengalami resesi, seperti Singapura, Hong Kong, Korea Selatan, dan Jerman.

Perekonomian AS telah terkontraksi hingga 32,9% pada kuartal II-2020, di mana sebelumnya pada kuartal I pertumbuhan ekonominya juga minus sebesar 5%. Anjloknya perekonomian karena pandemi virus corona yang meluas, menekan ekspor hingga investasi.

Baca Juga: Tutupi Kebangkrutan, JCPenney Sewakan dan Jual 163 Toko

Menurut Ekonom Center of Reform on Economics (Core Indonesia) Piter Abdullah, dampak resesi di berbagai negara termasuk AS sebenarnya sudah dirasakan di Indonesia. Di mana, ekspor Indonesia sudah menurun dan karena itu, tidak akan berdampak lebih besar lagi.

Krisis

Sedangkan Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai, imbasnya resesi ekonomi AS cukup dirasakan bagi perekonomian dalam negeri.

"Di mana tiap 1% pertumbuhan ekonomi AS terkoreksi akan berpengaruh terhadap 0.02-0.05% pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujarnya, Sabtu (1/8/2020).

Baca Juga: Singapura hingga Jerman Resesi Selama Corona, Ini 4 Faktanya

Jejak kontraksi AS sama seperti Jerman dan Korea Selatan. Jerman telah alami minus sebesar 10,1% pada kuartal II-2020, yang menyusul pertumbuhan negatif negara tersebut pada kuartal I-2020 sebesar 1,9%.

Sedangkan Korea Selatan, yang memasuki resesi diakibatkan pertumbuhan ekonominya minus 3,3% pada kuartal II-2020, dan sebelumnya juga telah alami minus pada kuartal I-2020 sebesar 1,3%.

Hal ini berbeda dengan Singapura yang mengalami jatuhnya ekonomi setelah penerapan lockdown dilakukan di sebagian besar wilayahnya oleh pemerintah setempat sejak April lalu, menyebabkan negara tersebut alami minus sebesar 41,2% pada kuartal II-2020.

Di sisi lain, Hong Kong yang telah alami resesi selama satu tahun penuh, bersamaan dengan sulitnya pemulihan ekonomi di negara tersebut mengakibatkan minus 9% pada kuartal II-2020. Hal ini juga merupakan ke empat kalinya dalam setahun secara berturut-turut Hong Kong alami kontraksi.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini