6 Fakta Klaster Perkantoran Jadi Penyebaran Covid-19, Nomor 3 Disuruh WFH

Safira Fitri, Jurnalis · Minggu 02 Agustus 2020 09:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 01 320 2255376 6-fakta-klaster-perkantoran-jadi-penyebaran-covid-19-nomor-3-disuruh-wfh-nFHzXNM1I4.jpg Klaster Perkantoran Menjadi Sorotan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kasus positif virus corona mengalami peningkatan terutama di perkantoran. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun mengingatkan dunia usaha soal itu.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, dalam 2 minggu klaster perkantoran menjadi salah satu tempat bermunculan kasus-kasus baru.

Selain itu, Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah menegaskan, masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan dan disiplin melakukannya saat berada di mana saja.

Okezone pun merangkum fakta-fakta tentang klaster perkantoran yang tengah disoroti karena kasus baru corona meningkat, Jakarta, Minggu (2/8/2020):

1. Terdapat 90 Klaster Perkantoran di DKI Jakarta dengan 459 Kasus

Kasus Covid-19 kini mulai menyerang perkantoran dari beragam sektor, mulai dari Kementerian, Lembaga/badan, BUMN, Kepolisian, Kantor di lingkungan Pemda DKI Jakarta sampai Swasta. Hingga Selasa 28 Juli 2020, angka kasus telah bertambah 10 kali lipat pada masa PSBB transisi.

2. Anies akan Denda Pelaku Usaha Pelanggar Protokol Kesehatan

Gubernur DKI Jakarta tersebut mengungkapkan dirinya tidak segan untuk segera menindak dunia usaha atau pelaku usaha apapun yang melanggar ketentuan protokol kesehatan. Bahkan ia juga akan beri denda progresif terhadap para pelanggarnya.

"Saya katakan dunia usaha dan aktivitas publik dan kami umumkan di situs pelanggaran usaha terjadi dan penidakannya," ujarnya.

3. Satgas Covid-19: Karyawan Kantor Lebih Baik WFH

Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah menjelaskan bahwa setiap individu bisa terinfeksi penyakit di mana saja. Mulai dari kantor, di perjalanan, hingga di rumah. Dalam kesempatan ini, Dewi pun merekomendasikan bagi kantor yang tetap beroperasi untuk menerapkan sejumlah kebijakan.

“Jika suatu perusahaan masih bisa melakukan WFH, maka lebih baik WHF. Jika tidak memungkinkan WFH maka kapasitas kantor maksimal 50 persen dan membuat shift dengan jeda satu setengah sampai dua jam agar tidak terjadi penumpukan pada saat kedatangan, kepulangan, dan jam makan siang,” lanjut Dewi.

4. Pegawai BCA Positif Covid

Meski sudah jalankan protokol kesehatan, beredar informasi bahwa karyawan BCA Equity Twer, Jakarta yang terpapar Covid-19.

BCA pun mengaku terus berkomunikasi intens dengan pemerintah dan otoritas setempat dalam rangka mendukung kebijakan penanggulangan Covid-19.

5. Karyawan PLN Covid

PT PLN (Persero) menyatakan, ada enam karyawan yang positif virus corona atau Covid-19. Sebelumnya, ada dua karyawan yang positif virus corona.

Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN Agung Murdifi mengatakan, berdasarkan swab test terjadwal dan acak ditemukan enam orang terkonfirmasi positif dari 632 karyawan yang melaksanakan tes tersebut di lingkungan PLN kantor pusat

"Enam karyawan tersebut, saat ini sedang menjalani isolasi mandiri dalam kondisi tanpa gejala," kata Agung.

6. Denda Rp50 Juta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperketat aturan terhadap pelanggaran Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Di mana, mengeluarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta nomor 41 tahun 2020.

Sanksi yang diberi bagi pelanggar PSBB tak main-main, mulai dari denda paling sedikit Rp100.000 hingga paling besar Rp50 juta serta penyegelan. Pergub Nomor 41 Tahun 2020 berisi 19 pasal dan diundangkan pada 30 April 2020.

"Peraturan Gubernur ini dimaksudkan sebagai dasar pengenaan sanksi terhadap pelanggaran pelaksanaan PSBB dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi DKI Jakarta," demikian bunyi Pergub Nomor 41 Tahun 2020 pasal 2.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini