7 Fakta Uji Klinis Vaksin Corona Made in China, Relawan 'Digaji'

Safira Fitri, Jurnalis · Minggu 02 Agustus 2020 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 01 320 2255395 7-fakta-uji-klinis-vaksin-corona-made-in-china-relawan-digaji-7onMkyWbBG.jpg Uji Klinis Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Vaksin virus corona atau Covid-19 yang merupakan buatan perusahaan China, Sinovac Biotech, sedang dikembangkan di beberapa negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia, vaksin tersebut akan diuji oleh Bio Farma dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran.

Okezone pun merangkum fakta-fakta terbaru mengenai vaksin corona asal China, Jakarta, Minggu (2/8/2020):

1. Bio Farma Menerima Vaksin dari Sinovac

Sebanyak 2.400 Vaksin telah diterima dan telah dilakukan uji klinis. Pengujian tersebut sudah mulai dilakukan pada 20 Juni 2020 lalu.

"Dengan Sinovac dari China, kita telah menerima vaksin untuk uji klinis yang telah dimulai dan diharapkan akhir 2020 ini kita telah dapat hasil uji klinis ini," ujar Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo.

2. Akan Uji Klinis pada 1.620 Relawan

Koordinator Uji Klinis Vaksin Covid-19 Prof Kusnandi Rusmil akan mulai melakukan uji klinis kepada 1.620 relawan dengan rentang usia 18-59 tahun dan dengan kondisi tertentu secara bertahap pada 6 Agustus mendatang.

Sisanya akan digunakan untuk uji lab di beberapa lab lain di Bio Farma dan Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN).

3. Uji Klinis di 6 Tempat

Diketahui, 6 lokasi itu berada di Kampus Universitas Padjadjaran di Jalan Eyckman, Kampus Universitas Padjadjaran Dipatiukur, Puskesmas Garuda, Puskesmas Dago, Puskesmas Sukapakir, dan Puskesmas Ciumbuleuit

Setiap harinya, per lokasi hanya diizinkan menyuntik sebanyak 25 orang.

4. Relawan Dapat Bonus dan Asuransi

Setiap relawan uji klinis vaksin Sinovac asal China di Indonesia akan diberikan uang transport senilai Rp100.000 dan sebuah asuransi kesehatan. Diketahui, kini sudah ada 350 calon relawan yang melalukan pendaftaran di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

"Cuma dapat uang transport sama dikasih asuransi kesehatan, supaya kalau sakit (bisa) berobatnya. Uang transport itu kalau dateng dapat Rp 100 ribu," kata Koordinator Uji Klinis Vaksin Covid-19 Prof Kusnandi Rusmil.

5. Uji Coba Berasal dari Virus Mati

Kusnandi menjelaskan, bahan yang digunakan pada uji coba ini berasal dari virus yang dimatikan. Virus yang dimatikan tidak akan menyebabkan penyakit Covid-19, tetapi dari hasil penelitian yang ditemukan virus tersebut menimbulkan zat anti penyakit.

“Jadi bisa mencegah penyakit ini, tapi ada kekurangannya. Suntikannya enggak bisa sekali, minimal dua kali. Nantinya setelah disuntikkan dua kali, (baru) enam bulan kemudian kita ambil darahnya, kita lihat apakah kadarnya itu bagus atau tidak,” ujarnya.

6. Produsen Covid

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, untuk mempercepat penemuan vaksin yang nantinya diproduksi di Indonesia.

Lembaga yang sedang dikomunikasikan Bio Farma di antaranya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI). Sementara, kerja sama dengan Sinovac terus dilakukan hingga vaksin benar-benar diproduksi secara masal.

"Kita mengakses beberapa produsen vaksin lain untuk secara bersamaan melihat potensi penemuan vaksin dari berbagai belahan dunia," katanya.

7. Vaksin Corona Bisa Langsung Dijual

Prof Kusnandi menyebut, ketika kesimpulannya menunjukkan dampak positif, maka pihaknya akan memberikan hasil itu kepada PT Bio Farma (Persero), sehingga, perusahaan pelat merah itu bisa langsung memproduksinya dan menjualnya secara massal.

"Vaksin ini kan udah fase ketiga, pas hasilnya bagus, bisa langsung dijual," kata dia. Vaksin tersebut diharapkan akhir Januari 2021 sudah ditemukan kesimpulannya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini