Fakta Penjualan Properti di Bawah Rp1,5 Miliar Laris hingga Subsidi KPR

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 03 Agustus 2020 07:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 02 470 2255766 fakta-penjualan-properti-di-bawah-rp1-5-miliar-laris-hingga-subsidi-kpr-vXwPJpmHMl.jpg Rumah (Shutterstock)

JAKARTA - Sektor properti ternyata turut terkena imbas akan wabah virus Corona atau Covid-19. Pasalnya, terjadi penurunan penjualan dalam beberapa bulan terakhir.

Hal ini membuat pemerintah harus turun membantu menumbuhkan geliat perekonomian di sektor perumahan. Pasalnya, bantuan tersebut berupa subsidi bunga kredit pemilikan rumah (KPR).

Oleh sebab itu, Jakarta, Senin (3/8/2020), berikut fakta-fakta terkait Lesunya Penjualan Rumah dan Subsidi KPR:

 Baca juga: Angin Segar, Sri Muyani Bakal Subsidi Bunga KPR Tipe 70

1. Subsisi KPR

Salah satu KPR yang akan diberikan relaksasi untuk kepemilikan rumah tipe 21 hingga 70.

"Pemerintah memberikan support melalui subsidi bunga. Di sini ada sektor perumahan. KPR 70 adalah yang termasuk bisa mendapatkan subsidi bunga kredit," kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Dia mengaku akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan untuk mengumpulkan data debitur yang memiliki KPR 70. Namun, dirinya tak menjelaskan besaran subsidi tersebut.

 Baca juga: Era Covid-19 Bikin Konsumen Lebih Cerdas Belanjakan Uang

"Kita akan mengumpulkan data dari OJK. Lalu, OJK akan menginformasikan kepada Kemenkeu," ujarnya.

2. Penjualan Properti Lesu

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengakui bila volume penjualan properti di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 secara umum mengalami penurunan. Namun, dia tak menyebutkan secara detail ihwal jumlah penurunannya.

"Secara umum penjualan kami saat Covid-19 menurun," kata Paulus.


3.Covid-19 Buat Penjualan Properti Turun 50%

Pandemi virus corona atau Covid-19 juga berdampak kepada penjualan di sektor properti. Tak tanggung-tanggung angka penurunannya mencapai 50% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Founder Panangian school of Property Panangian Simanungkalit mengatakan tren itu terjadi lantaran adanya penurunan di angka pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga, bisnis tersebut pun mengalami perubahan juga.

 Baca juga: Dihantam Corona, Airbnb Minta Tamu Sumbangkan Uang untuk Pemilik Rumah

"Jadi secara umum, dengan pertumbuhan ekonomi yang minus, (penjualan) akan menurun signifikan, sekira 50%," kata Panangian.

Menurut dia, penurunan tersebut karena perubahan akan 7 day repo rate. Dengan adanya kebijakan dari Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga kredit dari 4,25% menjadi 4%, akan membawa perbaikan iklim dunia usaha properti.

4. Kredit Macet Properti Masih Aman

Angka kredit macet atau non-performing loan (NPL) di sektor properti terhitung masih di dalam batas aman. Sejauh ini, meski diserang pandemi virus corona atau Covid-19, angka NPL dunia usaha properti masih di bawah 3%.

Founder Panangian school of Property Panangian Simanungkalit mengatakan berdasarkan catatan dari pihak perbankan, bisnis properti terhitung masih aman. Sebab, dalam dua kuartal terakhir, pertumbuhan NPL tetap stagnan, yakni di bawah 3%.

“NPL kita masih di bawah 3%, biasanya NPL yang mengarah kepada krisis kalau di atas 5%. Jadi artinya masih aman,” kata Panangian.

5. Penjualan Properti Turun, Tapi Harga Rumah di Bawah Rp1,5 Miliar Laku Keras

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida menjelaskan, ada beberapa produk yang kini masih diburu konsumen untuk mempunyai hunian, yaitu di rumah dengan harga di bawah Rp1,5 miliar ke bawah.

"Tapi jangan lihat kalau semuanya iitu rendah. Untuk harga (rumah) Rp1,5 miliar ke bawah itu masih laku keras," ujarnya.

6. Selamatkan Bisnis, Pengembang Diminta Jual Rumah di Bawah Rp1 Miliar

Pengembang properti harus fokus terhadap penjualan rumah, apartemen dan ruko yang di bawah Rp1 miliar. Hal itu dilakukan agar mereka selamat dari serangan krisis akibat pandemi virus corona atau Covid-19 yang sedang melanda Indonesia.

"Fokus pada rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar. Fokus dengan apartemen, ruko, town house di bawah Rp1 miliar. Jadi yang selama ini Rp2 miliar, itu lupakan dulu sekarang," kata Founder Panangian school of Property Panangian Simanungkalit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini