Kerennya Jembatan Peninggalan Belanda di Wonogiri

Senin 03 Agustus 2020 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 470 2256022 kerennya-jembatan-peninggalan-belanda-di-wonogiri-rL569tbmSU.png Jembatan Peninggalan Belanda di Wonogiri. (Foto: Okezone.com/Solopos)

WONOGIRI - Jembatan Balong, di Dusun Sukosari, Desa Kudi, Kecamatan Batuwarno, Wonogiri, kini berwajah baru. Jembatan peninggalan Belanda itu dihias seni mural tiga dimensi (3D) oleh Karang Taruna Sukosari.

Mural berwarna cerah menjadikan jembatan lawas ini sangat menarik untuk objek berfoto. Terlihat permukaan jembatan terbuat dari kayu dan di bawahnya disangga beberapa besi.

Sementara, di bawah jembatan mengalir aliran Sungai Wiroko yang tembus perairan Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri. Di sekeliling jembatan, terhampar areal persawahan hijau yang menyejukkan mata.

Baca Juga: Rampung, Jembatan Tumbang Samba Jadi Akses untuk Lumbung Pangan Baru Indonesia

Kreator mural 3D sekaligus Anggota Karangtaruna Sukosari Hengky Setiyawan mengatakan, jembatan peninggalan Belanda tersebut sengaja dihias untuk merawat dan menambah keindahan jembatan. Selain itu, agar jembatan bersejarah tersebut terlihat bersih.

Pengerjaan menghias jembatan dimulai Rabu 29 Juli 2020. Awalnya dengan menambahkan beberapa kayu di jembatan yang sudah bolong atau hilang. Ada sekitar 10 kayu yang ditambahkan di jembatan tersebut.

Baca Juga: 165.000 Ha Lahan Siap Disulap Jadi Lumbung Pangan Baru RI

Dia mengatakan, mural dibuat konsep 3D bertujuan agar warga tertarik mengunjungi jembatan di Wonogiri tersebut dan bisa berswafoto.

"Kondisi pandemi ini mungkin warga butuh refreshing untuk melepaskan penat. Buktinya kami belum selesai mengerjakan warga sudah pada ke sini," kata dia, dikutip dari Solopos, Senin (3/8/2020).

Dia menambahkan, warga tidak hanya bisa berswafoto dan menikmati keindahan alam sekitar jembatan di Wonogiri itu. Tetapi, juga bisa belajar sejarah jembatan tersebut.

Warga bisa berswafoto dengan kondisi bagus saat sore hari yakni sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu sinar matahari senja bakal membuat hasil foto makin ciamik.

Sementara itu, Sesepuh Dusun Sukosari Cokro Salino mengatakan, jembatan tersebut dibangun dari era 1917-1919. Hingga saat ini jembatan di Wonogiri tersebut sudah tiga kali direnovasi.

Jembatan ini menjadi jalan alternatif untuk menghubungkan wilayah Kecamatan Batuwarno dengan Kecamatan Tirtomoyo.

"Ini menjadi jembatan sejarah. Kami berharap agar jembatan lebih diperhatikan lagi. Apa yang dibuat karang taruna tujuannya bagus, kami apresiasi," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini