Sudah Tua, 38 Jembatan di Jawa Bakal Diganti

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 04 Agustus 2020 10:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 470 2256571 sudah-tua-38-jembatan-di-jawa-bakal-diganti-viabFbCgmB.jpg Ilustrasi Jembatan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sebanyak 38 jembatan di Pulau Jawa yang sudah berumur akan diganti oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui program Kerja sama Pemerintah Badan Usaha-Availability Payment (KPBU-AP).

Diketahui, KPBU-AP sejatinya adalah bentuk delivery sistem baru dari kementerian/lembaga kepada penyedia jasa untuk melakukan suatu kegiatan. Saat ini pemerintah lazim menggunakan skema Swakelola, Build Contract, Design Build Contract, dan Design Finance Build Contract.

Baca Juga: Kerennya Jembatan Peninggalan Belanda di Wonogiri 

Perbedaan prinsipil skema KPBU-AP dengan skema konvensional yaitu pembebanan risiko kepada badan usaha yang dapat mengelolanya secara efektif dan efisien. Nantinya negara tak menanggung risiko pembengkakan biaya, keterlambatan waktu konstruksi, kualitas layanan.

Kemudian, beban APBN lebih terkendali, layanan yang tersedia sesuai dengan yang diperjanjikan, karena tak perlu mengalokasikan biaya operasi perawatan, serta menyediakan value for money yang lebih baik.

Baca Juga: Rampung, Jembatan Tumbang Samba Jadi Akses untuk Lumbung Pangan Baru Indonesia 

"Ada 38 jembatan yang harus diganti karena sedang berumur. Sehingga ini mudah-mudahan, katanya tinggal menunggu," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat berpidato dalam acara penandatanganan kontrak KPBU Jalan Lintas Timur Sumatra di Provinsi Sumatra Selatan, Senin (3/8/2020) malam.

Dia tak menjelaskan secara detail ihwal 38 jembatan itu terletak di mana saja. Namun, dirinya meyakini dalam waktu dekat proyek itu akan segera dikerjakan. Kini, prosesnya menunggu Badan Usaha Pelaksana (BUP) mengajukan proposal untuk diproses di Kemenkeu dan Bappenas.

"Sehingga, ini mudah-mudahan, katanya, tinggal menunggu, sudah siap semua," ujarnya.

Dia mengaku proposal yang diajukan nanti akan disambut baik oleh Kemenkeu dan Bappenas, lalu pengerjaannya bisa segera dieksekusi.

"Saya bersyukur Bappenas dan Kemenkeu ide dan kegiatan ini. Dan kalau kita ganti satu per satu dengan APBN yang ada pasti enggak nutup waktunya. Dengan KPBU-AP nanti mudah-mudahan bisa kita lakukan sesegera mungkin," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini