9 Penyebab Gaji Tak Selalu Cukup untuk Kebutuhan Hidup

Safira Fitri, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2020 22:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 320 2257280 9-penyebab-gaji-tak-selalu-cukup-untuk-kebutuhan-hidup-Awp2r4z9F2.jpg Gaji (Okezone)

JAKARTA - Awal bulan menjadi waktu yang selalu ditunggu bagi sebagian pekerja. Pasalnya, gaji atau upah masih fresh di rekening kita.

Di samping itu, ada beberapa orang justru merasa gelisah, karena gaji yang diterima dirasa hanya numpang lewat. Gaji yang diterima sudah di alokasikan ke sana-sini, alhasil merasa gaji pada setiap bulan selalu tidak mencukupi.

 Baca juga: Belajar Menabung untuk Generasi Milenial, Bikin 3 Rekening Sekaligus

Bukan hanya yang berpenghasilan kecil, yang bergaji besar pun kerap mengeluhkan hal yang sama. Hal ini tentunya ada beberapa penyebab kenapa penghasilan tak selalu cukup.

Dikutip dari buku "Cerdik Mengelola Gaji" oleh Sri Handayani, Jakarta, Rabu (5/8/2020), ini faktor-faktor yang buat gaji bulanan selalu tidak cukup:

1. Tingginya biaya hidup

Gaji tidak cukup bisa jadi karena biaya hidup di kota, tempat tinggal memang tinggi. Seperti yang diketahui, biaya hidup di ibu kota relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kota-kota lainnya.

 Baca juga: Lebih Untung Investasi Emas Batangan atau Perhiasan?

2. Gaji yang terlalu kecil

Jika tinggal di luar ibu kota, namun tetap merasa gaji tidak cukup, padahal biaya hidup di kota tempat tinggal masih relatif terjangkau, kemungkinan sudah mengadopsi sifat boros atau kurang pandai mengelola gaji.

Ada pendapat bahwa berapa pun besarnya gaji, jika tidak dikelola dengan baik, gaji sebesar apapun tak akan pernah cukup. Namun, bila merasa sudah setengah mati mengatur pengeluaran, memutar otak untuk mendapat strategi jitu dalam mengelola gaji, ternyata gaji tetap tidak cukup.

 Baca juga: Harga Properti Sedang 'Diskon', Bisa Jadi Pilihan Investasi saat Pandemi

Mungkin hal tersebut terjadi karena gaji yang memang terlalu kecil. Solusinya, carilah alternatif sumber pendapatan lain untuk menutupi kekurangan gaji, misal dengan berwirausaha atau mengambil kerja/freelance yang tidak mengganggu pekerjaan utama.

3. Adanya kenaikan biaya hidup yang tiba-tiba

Sebagai masyarakat biasa, memang tidak bisa mengendalikan arus perekonomian sekehendak hati, misal saat tiba-tiba terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok yang merupakan dampak dari naiknya bahan dasar saat menjelang lebaran, dsb.

Lonjakan harga tersebut biasanya secara otomatis berdampak pada naiknya biaya hidup. Kenaikan tersebut tentu mengubah anggaran belanja yang semula sudah dirancang dan disesuaikan dengan sedemikian rupa.

Sementara, tak ada kenaikan pula pada gaji. Kalaupun ada, mungkin tidak sebanding dengan kenaikan biaya hidup.

4. Dinaikannya prinsip "berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian"

Setiap kali menerima gaji, tidak sekalipun terbesit untuk menabung sebagian uang yang mungkin dibutuhkan di masa mendatang. Yang ada dipikiran, hanya untuk dibelanjakan apa saja gaji tersebut. Alhasil gaji ludes dan sama sekali tidak tersisihkan untuk ditabung, terlebih berzakat atau bersedekah.

Kondisi tersebut tidak akan terjadi jika menerapkan prinsip "berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian", setiap kali menerima gaji segera sisipkan lebih dulu untuk zakat, sedekah, dan menabung. Demikian pula, saat memiliki uang lebih, tetap menahan keinginan.

Memang berat rasanya menahan atau menekan keinginan untuk membelanjakan uang yang digenggam. Namun, hal tersebut akan menguntungkan di kemudian hari, saat tiba-tiba ada kebutuhan mendadak.

5. Keinginan yang tak terbatas


Keinginan manusia memang tidak ada batasnya, selalu merasa tak cukup dengan terpenuhinya barang atau suatu kebutuhannya, kemudian muncul keinginan baru terus-menerus.

Ingatlah untuk selalu bersyukur dan merasa cukup, dengan begitu tidak akan ada kegelisahan untuk memenuhi segala keinginan yang dimiliki.

6. Evaluasi keuangan

Apakah tidak pernah melakukan evaluasi keuangan? Melakukan evaluasi terhadap penghasilan serta manajemen keuangan adalah kuncinya. Evaluasi tersebut dapat dilakukan setiap akhir bulan, triwulan, atau setiap akhir tahun.

Segala sesuatu yang telah kita lakukan, termasuk menganggarkan keuangan hingga membelanjakannya, hendaknya dievaluasi agar pelaksanaan selanjutnya jauh lebih baik.

7. Pengeluaran

Melupakan pengeluaran-pengeluaran kecil. Padahal yang perlu dievaluasi sebenarnya bukan hanya pengeluaran bssar, melainkan pengeluaran kecil juga perlu dievaluasi.

Buat list kegiatan atau pembelajaran yang menguras kocek, kemudian coba renungkan apa untung dan ruginya kegiatan atau pembelanjaan dengan pengeluaran tersebut. Mana yang lebih banyak didapat, keuntungan atau kerugian?

8. Penghasilan

Berapa penghasilan yang didapat? Dari mana saja sumbernya? Apakah sudah cukup puas dengan penghasilan selama ini? Dengan menjawab tiga pertanyaan pokok tersebut, bisa melakukan evaluasi penghasilan.

Catatlah pertanyaan yang selalu memuat pikiran terkait dengan penghasilan di secarik kertas atau di buku. Beri jawaban atas pertanyaan tersebut. Dari situ akan terlihat apa yang harus dilakukan dengan penghasilan yang didapat.

Apakah perlu menambah penghasilan? Jika perlu, dengan cara apa untuk meningkatkan penghasilan tersebut? Sumber penghasilan apa saja yang dilirik sebagai alternatif untuk mengingkatkan penghasilan di bulan atau tahun berikutnya?

Jangan lupa untuk mencatat semua hal tersebut.

9. Ragam investasi yang dilakukan


Jika telah melakukan investasi, coba ingat kembali, investasi apa saja yang telah dilakukan, apakah investasi tersebut tepat sehingga uang yang telah dikeluarkan tidak sia-sia. Tulis semua investasi dan lihat kemajuannya hingga saat ini, serta bagaimana prediksi ke depan.

Jika nyatanya bukan keuntungan yang didapat, melainkan kerugian, cari tahu penyebabnya. Apakah karena faktor ketidaksungguhan dalam mengembangkan investasi tersebut. Lakukan konsultasi dengan orang yang berkompeten di bidang investasi.

Tutup investasi dan lakukan investasi baru jika perlu. Namun, perlu diingat jangat tergesa-gesa dalam memutuskan investasi karena hal ini untuk masa depan juga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini