Terapkan 10 Cara Ini agar Gaji Awet hingga Akhir Bulan

Safira Fitri, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2020 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 320 2257332 terapkan-10-cara-ini-agar-gaji-awet-hingga-akhir-bulan-OMteADK42R.jpg Personal Finance (Shutterstock)

JAKARTA - Mengelola keuangan yang baik sulit dilakukan, kerap kali sudah melakukan perencanaan namun gagal karena tidak memiliki sikap komitmen. Pasalnya, penting mengaplikasikan sikap keuangan yang baik dalam mengelola keuangan.

Mengutip dari buku "Cerdik Mengelola Gaji" oleh Sri Handayani, Jakarta, Rabu (5/8/2020), tanpa menerapkan sikap yang baik dalam keuangan, sulit untuk mempunyai surplus uang tabungan masa depan, apalagi memiliki modal investasi.

Oleh sebab itu, berikut cara mengelola gaji untuk bisa Hidup Sebulan:

 Baca juga: Mau Investasi Emas dan Properti? Intip Jenis-Jenis Risikonya

1. Bayar segera tagihan

Tagihan yang dimaksud seperti tagihan listrik, air, telepon, cicilan rumah atau barang lainnya, dan kartu kredit. Membayar tagihan bulanan tersebut agar segala kemudahan yang ada dapat terus dinikmati. Namun, entah disadari atau tidak, kerap dijumpai seseorang yang menunda pembayaran tagihan dengan berbagai alasan.

Setelah jatuh tempo berakhir, baru bingung. Akibat sikap yang menunda tersebut, harus menganggarkan tagihan lebih banyak dari yang seharusnya karena terbebani oleh biaya denda keterlambatan pembayaran.

Mulai sekarang, utamakan pembayaran tagihan sebelum menggunakan gaji untuk bersenang-senang atau shopping.

 Baca juga: Mau Investasi Emas dan Properti? Intip Jenis-Jenis Risikonya

2. Satukan pembayaran tagihan

Lakukan cara pembayaran yang lebih praktis dan efektif. Misalnya, membayarkan berbagai jenis tagihan pada satu pihak. Selain itu, saat ini sudah ada banyak cara pembayaran online yang memberikan kemudahan serta menghemat waktu dan tenaga.

3. Berbelanja secara berkala dalam kuantitas yang banyak

 

Berbelanjalah secara berkala dan sebelum pergi ke swalayan atau pusat perbelanjaan, buat catatan. Biasakan membeli barang sesuai dengan yang ada dalam catatan tersebut.

 Baca juga: Harga Properti Sedang 'Diskon', Bisa Jadi Pilihan Investasi saat Pandemi

4. Sistem amplop surat

 

Caranya, buat anggaran pengeluaran. Siapkan beberapa amplop, tulis jenis pengeluaran di bagian depan amplop. Masukan uang ke dalam amplop masing-masing, sesuai dengan jumlah yang dianggarkan.

Jangan mengambil uang yang telah dimasukkan ke dalam amplop tersebut, kecuali untuk membelanjakannya sesuai dengan jenis kebutuhan yang telah tertera pada amplop-amplop tersebut. Dengan begitu, uang yang telah dianggarkan untuk setiap kebutuhan tidak akan bercampur.

5. Pembelian tunai (Batasi penggunaan kartu kredit)

Penggunaan kartu kredit dapat memicu seseorang untuk berbelanja. Karena dengan kartu kredit, seseorang merasa memiliki persediaan dana cukup banyak. Dengan kartu kredit, tak jadi masalah bila seseorang tak memiliki uang, toh tidak perlu membayar di muka.

Jika tak dapat kendalikan diri maka ludeslah harta tanpa dirasa. Bahkan orang dapat jatuh miskin akibat penggunaan kartu kredit tanpa batas. Oleh sebab itu, biasakan lakukan pembelian dengan menggunakan uang tunai. Penggunaan uang tunai dapat mengendalikan kesenangan membeli barang dan sekaligus membantu pengawasan uang.

6. Membuat perbandingan harga, kuantitas, dan kualitas

Jika memiliki keinginan untuk membeli suatu barang, jangan tergesa-gesa langsung membeli. Lakukan lebih dulu survei harga dan kualitas. Dengan demikian akan terhindar dari salah beli atau harga yang terlalu mahal dari yang seharusnya.

7. Rencanakan pembelian

Sekecil apapun pembelian yang dilakukan, buat rencana sebelumnya. Dengan demikian, saat berada di pusat perbelanjaan sudah memiliki daftar barang apa saja yang harus dibeli. Hal ini dapat menghindari dorongan untuk membeli apa saja yang ingin dibeli saat itu.

8. Hindari membeli barang atau jasa yang tidak ada dalam daftar


Jika sudah membuat daftar belanja, taatilah. Jangan membiasakan diri membeli barang atau jasa yang tidak tercantum dalam daftar belanja, kecuali barang atau jasa tersebut benar-benar urgent dan mungkin lupa memasukkannya dalam dafta belanja.

9. Rancangan aktivitas keluarga


Pembelanjaan uang terkait erat dengan aktivitas keluarga. Untuk itu, harus bijak merancang aktivitas keluarga. Buatlah rancangan aktivitas keluarga yang produktif, yang tidak menguras uang.

10. Lunasi segera pinjaman


Jika memiliki pinjaman, baik kepada pihak bank, rekan kerja, keluarga dekat, maupun lainnya, segeralah lunasi pinjaman tersebut. Semakin lama melunasi pinjaman, dikhawatirkan bunga pinjaman yang dibebankan semakin besar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini