Ekonomi Indonesia Bakal Kembali Positif di Kuartal III-2020, Ini Alasannya

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 06 Agustus 2020 20:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 20 2258207 ekonomi-indonesia-bakal-kembali-positif-di-kuartal-iii-2020-ini-alasannya-98q8ZrGuGV.jpg Grafik ekonomi (Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2020 mencapai minus 5,32% (year on year yoy). Sebelumnya angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh positif 2,97% pada kuartal I-2020.

Terkait hal itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, pihaknya ingin ada perbaikan pertumbuhan ekonomi ke zona positif di kuartal III tahun ini. Di mana, aktivitas ekonomi sudah mulai membaik pada Juni lalu.

 Baca juga: Selamat dari Resesi, Indonesia Bisa Contek China dan Vietnam

"Pada Juni sudah mulai ada tanda-tanda perbaikan. Maka kita berharap kuartal III dan kuartal IV 2020 trennya akan membaik. Dan kita sangat berharap pertumbuhan ekonomi di kuartal-III bisa kembali ke zona positif," ujar dia dalam telekonfrensi, Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Dia menjelaskan, pemerintah terus melakukan banyak kebijakan agar perekonomian kembali terangkat pertengahan tahun ini. Seperti merancang sejumlah kebijakan pemberian bantuan melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

 Baca juga: 2 Negara Asean Resesi, Indonesia Siap-Siap!

"Jadi yang paling penting adalah bagaiamna caranya. Inilah peran pemerintah bagaimana memberikan stimulus pada perekonomian supaya ekonomi bergerak lagi. Di mana sifatnya bisa dalam bentuk suntikan belanja dari pemerintah. Pasalnya mungkin aktivitas ekonomi di sisi swasta masih menurun, masih ada mungkin sifatnya wait and see," ungkap dia.

Dia juga menambahkan, pemerintah tidak hanya memikirkan ekonomi saat masih pandemi. Namun juga mendesain kebijakan yang nantinya dapat membantu pelaku usaha usai pandemi ini dinyatakan berakhir.

"Kita tahu dengan adanya PSBB ini, ada dua tahapan, seperti ada yang berusaha survive dan setelah ini selesai mereka perlu dibantu memasuki tahap recovery mulai bangkit lagi. Ini sedang kita setting. Maka itu ada namanya program Pemulihan Ekonomi Nasional atau disingkat PEN. Tapi tetap kesehatan nomor satu," tandas dia. (rzy)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini