Erick Thohir: Kalau Lockdown Betapa Hancur Ekonomi Kita

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 07 Agustus 2020 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 20 2258512 erick-thohir-kalau-lockdown-betapa-hancur-ekonomi-kita-u5T3BnxG2G.jpg Erick Thohir (Foto: Dok BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut, ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19 jauh lebih baik ketimbang ekonomi negara-negara G-20. Hal ini karena keputusan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang yang menjadi pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada awal Maret 2020.

Baca Juga: Presiden: Kalau Lockdown, Ekonomi RI Bisa Minus 17% 

Erick mengatakan, ekonomi Indonesia akan jauh lebih negatif ketika lockdown menjadi alternatif pemerintah untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

"Bayangkan kalau kita lockdown betapa hancur ekonomi kita. Nah, kita lihat sekarang, kita punya ekonomi jauh lebih bagus daripada negara G-20," ujar Erick melalui Webinar, Jakarta, Jumat (7/8/2020).

Meski kontraksi ekonomi dalam negeri jauh lebih baik daripada negara G-20, Erick mengatakan pemerintah tidak serta merta melakukan pemulihan ekonomi secara keseluruhan. Artinya, pemulihan ekonomi akan dilakukan secara bertahap.

 

Di sektor pariwisata, lanjut Erick, pemerintah lebih memfokuskan wisatawan dalam negeri ketimbang wisatawan luar negeri. Meski wisatawan mancanegara mampu memberikan stimulus bagi sektor pariwisata, Erick bilang ada pertimbangan kemungkinan adanya klaster baru Covid-19.

"Misalkan nanti aja kita dorong tapi kalau kita bener-bener mau meng-custom pariwisata kita sampai ke luar negeri seperti dulu jangan dulu kenapa nanti cluster cluster akan tumbuh lebih baik juga kita protes kepada warga negara kita toh," ujarnya.

Sebut saat ini daerah pariwisata seperti, Bali, Yogyakarta, dan Bandung sudah dibuka. Meski belum 100%, namun hal itu mampu memberikan pemulihan ekonomi di sektor pariwisata.

"Bali, Yogya, dan Bandung kemarin saya lihat itu kan pertumbuhannya sudah mulai walaupun tidak 100%, tapi udah alhamdulillah dibandingkan negara-negara lain," ujar Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini