Sri Mulyani Tawarkan 2 Jenis Utang ke Pemda

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 07 Agustus 2020 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 20 2258638 sri-mulyani-tawarkan-2-jenis-utang-ke-pemda-VHyvEwJ6Di.jpg Sri Mulyani (Foto: Setkab)

JAKARTA - Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Astera Primanto mengatakan bahwa ada dua macam bentuk paket pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang ditawarkan untuk daerah terdampak Covid-19. Bentuk yang ditawarkan adalah pinjaman program dan pinjaman kegiatan.

Baca Juga: Dear Kepala Daerah, Begini Skema Pengembalian Pinjaman Dana PEN

"Pinjaman program adalah pinjaman daerah yang penarikannya mensyaratkan dipenuhinya paket kebijakan yang disepakati oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda)," ujar Astera dalam diskusi virtual di Jakarta, Jumat (7/8/2020).

Paket kebijakan ini adalah dokumen yang berisi program dan kebijakan pemda dalam rangka mendapatkan pinjaman program. Paket ini digunakan sebagai dasar penilaian usulan pinjaman program dan indikator/dasar pencairan pinjaman berdasarkan kesepakatan pemerintah pusat dan pemda.

Baca Juga: Ini Mekanisme Penyaluran BLT untuk Pekerja Gaji Pas-pasan 

"Paling sedikit, paket kebijakan ini harus memuat beberapa poin penting, yang pertama, program pemda yang telah, sedang, dan atau akan dilaksanakan. Lalu juga memuat tahapan pelaksanaan program, indikator dan target waktu pencapaian program, serta unit penanggung jawab program," paparnya.

Lanjut Astera, pinjaman kegiatan adalah pinjaman daerah yang digunakan untuk membiayai pembangunan sarana dan prasarana tertentu yang menjadi kewenangan daerah.

"Dalam rangka usulan pinjaman kegiatan, daerah perlu menyusun kerangka acuan kegiatan. Kerangka acuan kegiatan digunakan sebagai dasar penilaian pinjaman kegiatan," terangnya.

Kerangka acuan kegiatan harus memuat beberapa hal, antara lain rencana kegiatan, perhitungan nilai kegiatan, rencana penarikan pinjaman, dan rencana pembayaran kembali kewajiban pinjaman.

Sebagai informasi, pagu anggaran PEN yang ditentukan pemerintah pusat adalah sebesar Rp695,2 triliun. Dari dana tersebut, dialokasikan sebanyak Rp27 triliun sebagai dukungan untuk pemda, dengan rincian dana insentif tambahan PEN sebesar Rp5 triliun, cadangan DAK fisik Rp8,7 triliun, hibah pariwisata Rp3,3 triliun, dan pinjaman PEN daerah Rp10 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini