Data BLT Rp600.000 di BPJS-TK, Perusahaan Diminta Buka-bukaan soal Gaji Pekerja

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 09 Agustus 2020 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 09 320 2259251 data-blt-rp600-000-di-bpjs-tk-perusahaan-diminta-buka-bukaan-soal-gaji-pekerja-hFicdVwDYd.jpg Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek) menyayangkan bahwa persyaratan untuk mendapatkan bantuan gaji tambahan dari pemerintah adalah hanya diberikan kepada para pekerja dengan iuran BPJS Ketenagakerjaan Rp150.000 setiap bulan atau gaji di bawah Rp5 juta.

Karena pemerintah menganggap jika iuran sebesar itu mengakomodir mereka yang memiliki gaji di bawah Rp5 juta setiap bulan. Namun nyatanya, hal tersebut tidak menjadi jaminan.

Baca Juga: Gaji ke-13 PNS Cair Besok, Langsung Ditransfer ke Rekening 

Sekretaris Jenderal Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia Sabda Pranawa Djati mengatakan, mereka yang bergaji di bawah Rp5 juta belum tentu membayar iurannya Rp150.000.

Karena ada saja para pekerja atau karyawan yang justru iuran setiap bulannya lebih dari Rp150.000 meskipun gajinya di bawah Rp5 juta. Biasanya mereka memiliki alasan agar dana pensiun bisa lebih besar jika iuran yang dibayarkan semakin tinggi.

"Maka seharusnya dibuka benar artinya yang benar-benar katakanlah gini kalau dia gajinya Rp5 juta. Tapi ternyata iurannya lebih besar tadi katakanlah mengejar dana pensiunnya itu seharusnya dia dapat juga bukan semata-mata besaran iuran yang dibayarkan setiap bulan," kata Sabda saat dihubungi Okezone, Minggu (9/8/2020).

Baca Juga: Bansos Pekerja Rp600.000, BPJS Ketenagakerjaan Mulai Kumpulkan Rekening Peserta 

Sementara dalam beberapa kasus juga ada beberapa karyawan yang iurannya berada di bawah Rp150.000 per bulan. Padahal gajinya per bulan sudah berada di atas Rp5 juta.

Oleh karena itu, dirinya berharap agar pemerintah menyeleksi dengan benar siap-siapa saja yang memiliki gaji di bawah Rp5 juta. Sehingga program bantuan ini bisa tepat sasaran.

"Tapi benar-benar dari gaji yang diterima per bulan jangan dari iuran BPJS yang dibayarkan pekerja atau perusahaan. (Iya) mungkin beberapa karyawan yang gajinya di atas Rp5 juta justru iuran kecil)," katanya.

Sabda juga meminta kepada perusahaan untuk jujur dan menyampaikan data gaji pegawainya, Jangan sampai ada yang ditutupi gaji atau pendapatan sebenarnya dari masing-masing karyawannya dengan alasan apapun.

"Benar-benar perusahaan harus jujur menyampaikan bahwa ini loh 100 orang pekerja saya gajinya sekian sekian-sekian. Benar-benar jujur," katanya. (dni)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini