Jadi Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan PEN, Erick Thohir: Kita Tak Ambil Posisi Doni Monardo

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 10 Agustus 2020 17:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 20 2259969 jadi-ketua-tim-penanganan-covid-19-dan-pen-erick-thohir-kita-tak-ambil-posisi-doni-monardo-YXjDvqNF6D.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Website BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sudah ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai ketua pelaksana Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Penunjukan ini didasari atas cakupan BUMN yang mampu menggerakkan sepertiga perekonomian secara nasional.

Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir mengatakan, tugas Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional adalah untuk melakukan percepatan realisasi pemulihan dari dampak pandemi Covid-19 pada sektor kesehatan dan ekonomi.

 Baca juga: Sri Mulyani Sebut Realisasi Anggaran Pemulihan Ekonomi Baru 21,9%

Dia menegaskan, penunjukan dirinya sebagai ketua pelaksana komite bukan untuk mengambil posisi Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo atau ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin.

"Di sini emang salah satu pemikiran bahwa kita juga tidak mau mengambil posisi yang dilakukan pak Doni selama ini. Atau nanti tim Pak Budi yang banyak pakar ekonomi. Posisi kita sebagai pelaksana ingin memastikan bahwa kita melakukan percepatan, dukungan, dan juga tentunya mensinkronisasi program-program yang tidak hanya di komite tapi di seluruh kementerian," ujar Erick dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (10/8/2020)

 Baca juga: Ini Cara agar Indonesia Tak Masuk Jurang Resesi

Erick menjelaskan, posisinya yang dipercaya sebagai Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 dan PEN untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan kesehatan dari dampak pandemi Covid-19. Dia juga bilang, salah satu tugas tim pelaksana adalah melakukan percepatan pencairan dana baik di sektor ekonomi dan kesehatan, terlepas dari anggaran stimulus sudah berjalan.

"Jangan salah, terlepas dari stimulus yang sudah diberikan di PEN Rp695 triliun, di kementerian sendiri ada belanja Rp857 triliun dan Pemda Rp740 triliun, ini supaya pasti, pelaksana posisinya apa, percepat, support, sinkronisasi. Apakah tadi anggaran di BNPB, kesehatan," kata dia.

Misi yang diemban oleh tim baru ini, lanjut Erick, cukup berat karena dampak pandemi Covid-19 ke sejumlah sektor sangat serius. Karena itu, tantangan tersebut hanya dapat diatasi dengan kerja sama yang baik dan efisien antara tim dan pihak lainnya. Dengan kerja sama itu, Erick optimistis mampu menyelesaikan persoalan sesuai dengan yang ditargetkan.

Erick juga mengungkapkan keyakinan dan rasa optimistisme harus ditanamkan agar tujuan untuk ke keluar dari krisis bisa dilakukan.

"Harus yakin itu. Ada banyak negara yang sukses, menekan virus dan ekonominya mulai bangkit. Itu bisa ditiru. Tapi ada juga yang terkena resesi. Itu juga harus dijadikan contoh supaya kita tidak mengalami. Jika kita bersama, pasti kita bisa," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini