Ini Cara agar Indonesia Tak Masuk Jurang Resesi

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 10 Agustus 2020 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 320 2259769 ini-cara-agar-indonesia-tak-masuk-jurang-resesi-rx25DXO1fE.jpg Ekonomi Lesu (Shutterstock)

JAKARTA - Dalam upaya menghindari resesi ekonomi, ada hal terpenting yang mesti diperhatikan oleh pemerintah. Salah satunya mengatur kebijakan terkait fiskal yang merupakan kunci penggerak roda perekonomian.

Anggota Tim Asistensi Menko Perekonomian, Raden Pardede mengatakan, adapun berbagai kebijakan terkait stimulus fiskal, saat ini tengah digenjot oleh pemerintah. Terutama untuk memicu pergerakan ekonomi.

 Baca juga: Ekonomi RI Minus 5,32%, Tim Pemulihan Ekonomi: Kita Tidak Kaget

"Jadi kalau dalam situasi krisis seperti ini, bisnis yang bisa berfungsi optimal adalah bisnisnya pemerintah melalui kebijakan fiskal. Karena kalau pihak swasta kan masih sangat berhati-hati (menjalankan bisnis)," ujar Raden dalam diskusi virtual, Senin (10/8/2020)

Raden mengatakan, sebagai dampak dari penggenjotan stimulus fiskal semacam itu, maka defisit APBN dipastikan memang akan membengkak di atas 5%.

Baca juga: Jurus Maut Erick Thohir agar Indonesia Tak Masuk Jurang Resesi

Sebab, terdapat sejumlah penganggaran yang akan digunakan sebagai anggaran belanja, guna memberikan stimulus kepada para pelaku UMKM dan masyarakat seperti misalnya melalui bantuan tunai.

"Jadi harus paham, kalau defisit hampir 5,3% ke atas, itu karena adanya program pemerintah sebagai upaya agar ekonomi tetap berjalan," ujarnya.

Diketahui, pemerintah telah menyiapkan dana hingga Rp695,2 triliun, guna menangani pandemi COVID-19. Hal itu seiring langkah mengubah susunan APBN 2020 melalui Perpres No. 72/2020 tentang Perubahan Atas Perpres No. 54/2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian APBN 2020.

Dalam beleid tersebut, Presiden Jokowi juga menurunkan target penerimaan negara dari Rp1.760,88 triliun, menjadi Rp1.699,94 triliun. Sementara, belanja negara justru naik dari Rp2.613,81 triliun menjadi Rp2.739,16 triliun.

Dengan selisih itu, pemerintah dalam Perpres No. 71/2020 memproyeksi defisit APBN 2020 akan mencapai sebesar Rp1.039,2 triliun, atau setara dengan 6,34 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini