Ekonom: Secara Teknikal Sesungguhnya Kita Sudah Resesi

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 13 Agustus 2020 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 20 2261480 ekonom-secara-teknikal-sesungguhnya-kita-sudah-resesi-TFOfpy9gp7.jpg Ekonomi RI Minus pada Kuartal II-2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Ekonom Core Piter Abdullah menilai Indonesia secara teknikal sudah bisa mengalami resesi. Hal ini karenakan ekonomi terus mengalami tekanan pada kuartal II dan akan terjadi di kuartal III.

"Resesi adalah kenormalan baru di tengah wabah. Wabah terhadap perekonomian sangat besar terhadap perekonomian global dan masing-masing negara. Bahkan secara teknikal sesungguhnya kita sudah resesi," kata Piter Abduulah, di Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Baca Juga: Dampak Mengerikan jika Indonesia Resesi, Siap-Siap Kena PHK!

Resesi ini pun berpotensi terjadi di semua negara. Beberapa negara secara official sudah dinyatakan resesi. Apalagi, beberapa negara akan menyusul, termasuk indonesia.

"Fokus pemerintah sebaiknya menanggulangi wabah dan meningkatkan ketahanan masyarakat dan dunia usaha. percepat realisasi semua program stimulus yang sudah direncanakan," imbuhnya.

Baca Juga: Jokowi Bakal Habiskan Duit Rp2.700 Triliun, RI Selamat dari Resesi?

Dalam kesempatan yang sama, Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan perhitungan resesi bagi Indonesia sebaiknya menggunakan pertumbuhan ekonomi tahunan bukan per kuartal.

"Untuk data PDB yang sudah dilakukan penyesuaian musiman, maka pada umumnya resesi teknis didefinisikan sebagai pertumbuhan per kuartal mengalami pertumbuhan yang negatif dua kuartal berturut-turut," tandasnya.

Sebagai informasi, Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 adalah pertumbuhan ekonomi yang terburuk sejak 1999. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 mencapai minus 5,32%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kontraksi yang lebih dalam ini terendah sejak tahun 1999 yang mana ekonomi minus 6,13% pada triwulan I. Kala itu, ekonomi Indonesia minus 6,13%.

"Kalau kita melacak kembali kontraksi 5,35% ini terendah sejak triwulan satu tahun 1999 ini mengalami kontraksi minus -6,13%," kata Suhariyanto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini