Menko Luhut: Kemungkinan Resesi itu Ada tapi Kita Harus Optimistis

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 13 Agustus 2020 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 20 2261562 menko-luhut-kemungkinan-resesi-itu-ada-tapi-kita-harus-optimistis-BQhXzBla82.jpg Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ada kemungkinan Indonesia terperosok ke jurang resesi pada kuartal-III 2020. Namun, kini pihaknya sedang berupaya sekuat tenaga agar Indonesia tak dilanda resesi.

Diketahui, pada kuartal-II pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah minus 5,32%. Indonesia bisa dinyatakan resesi jika mengalami minus selama dua kuartal berturut-turut atau lebih.

Baca Juga: Dampak Mengerikan jika Indonesia Resesi, Siap-Siap Kena PHK!

“Kemungkinan resesi itu ada saja, tapi kita juga harus optimis. Kalau sekarang minus 5,32, sekarang kita kerja keras betul-betul, kalau bisa nol,” kata Luhut saat menghadiri Rakornas Apindo 2020 secara virtual, Kamis (13/8/2020).

Dia menilai ada tiga jurus agar Indonesia terbebas dari resesi, penggunaan APBN, stimulus, dan keinginan investor lokal untuk berinvestasi. Dirinya berharap para pengusaha domestik untuk tak ragu menanamkan modalnya di Tanah Air.

Baca Juga: Jokowi Bakal Habiskan Duit Rp2.700 Triliun, RI Selamat dari Resesi?

“APBN, stimulus, domestik investor. Teman2 jangan ragu, kalau ada masalah beri tahu kita, kita pasti bantu,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan berdasarkan data analisis pihaknya perekonomian Indonesia pada kuartal III minus 1%. Kemudian, akan mengalami tumbuh positif pada kuartal-IV, yang diproyeksi sebesar 1,38% dan secara keseluruhan perekonomian Indonesia tahun 2020 minus 0,49%.

 

“Kita perlu memompa lagi di kuartal III karena itu penentuan bagi kita. Pemerintah telah membelanjakan dari Rp 2.700 triliun dari anggaran yang sudah disiapkan termasuk anggaran PEN. Sampai dengan bulan Juni sudah membelanjakan Rp 1.000 triliun, sehingga tentu dalam kuartal III dan IV diharapkan bisa membelanjakan Rp 1.700 triliun,” kata Airlangga saat menghadiri Rakornas Apindo 2020 secara virtual, kemarin.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini