Fokus Wisatawan Lokal, Menko Luhut: Hingga Akhir Tahun Belum Terima Turis Asing

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 13 Agustus 2020 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 320 2261595 fokus-wisatawan-lokal-menko-luhut-hingga-akhir-tahun-belum-terima-turis-asing-nw8VhyoyLw.jpg Menko Maritim Luhut Pandjaitan (Okezone)

JAKARTA - Peningkatan wisatawan lokal akan terlebih dahulu digenjot hingga akhir tahun. Hal ini agar menghidupkan kembali pariwisata Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pihaknya akan fokus terhadap kegiatan wisatawan lokal dahulu hingga akhir tahun. Sehingga, sejumlah destinasi wisata Indonesia dipastikan tak bakal menerima kedatangan turis dari mancanegara.

Baca juga: Dinilai Masih Ribet, Jumlah Wisatawan Lokal ke Bali Belum Signifikan

"Masalah turis asing, kami sampai akhir tahun belum akan terima. Biar saja kita konsolidasi dulu," kata Luhut saat menghadiri Rakornas Apindo 2020 secara virtual, Kamis (13/8/2020).

Dia mengaku sedang membenahi sektor wisatawan lokal dalam melakukan kunjungan wisata. Diharapkan hingga akhir tahun nanti jumlah masyarakat Indonesia yang berwisata mencapai 70%.

Baca juga: Turis Asing ke Indonesia Cuma 160.300 Orang, Terbanyak dari Timor Leste

“Sektor pariwisata ini, kami mau turis domestik itu 70 persen,” ujarnya.

Dia menilai uang masyarakat Indonesia masih cukup banyak akibat dari pandemi virus corona atau Covid-19. Di mana banyak warga yang mampu tak melakukan umroh, berobat dan berwisata ke luar negeri.

"Duit di kita cukup banyak karena yang umrah kan tidak ada. Lalu orang yang biasa berobat di Singapura dan Malaysia, kan tidak berobat. Kalau kita hitung bisa puluhan triliun, atau miliar dolar (jumlahnya)," kata Luhut.

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didin Junaedi mengatakan jumlah wisatawan lokal yang berkunjung ke Pulau Bali masih belum terlihat adanya lonjakan yang signifikan. Hal tersebut karena adanya jarak tempuh yang lama saat hendak transaksi di dalam bandara.

“Domestik itu masih ribet kalau mau check-in di airport. Paling tidak dari rumah ke airport saja membutuhkan waktu 3-4 jam. Kemudian juga protokol kesehatan, ini salah satunya penyebab orang malas juga pergi ke Bali,” kata Didin dalam acara Market Review di IDX Channel, kemarin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini