Menko Airlangga Beberkan Bukti Ekonomi Indonesia Mulai Membaik

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 14 Agustus 2020 17:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 20 2262396 menko-airlangga-beberkan-bukti-ekonomi-indonesia-mulai-membaik-pFGVf6M1yc.jpeg Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Okezone.com)

JAKARTA Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh negatif sebesar 5,32% pada kuartal II 2020 sebagai imbas dari pandemi Covid-19. Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku optimistis perekonomian Indonesia sudah mulai menunjukkan tren yang positif.

"Kalau kita lihat, beberapa indikator dari tren perekonomian sudah menunjukkan ke arah positif," ujar Airlangga di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Beberapa stock market, lanjut dia, sudah kembali mendekati ke angka Rp81 triliun dari Rp90 triliun. Dia mengatakan, pandemi ini menunjukkan level terburuk di periode akhir Maret hingga awal April 2020, di mana seluruh cap berada di bawah.

Baca Juga: Waspada! Ekonomi Indonesia 2021 Bisa Minus Lagi jika... 

"Namun kita lihat, beberapa level sudah naik. Purchasing Managers' Index (PMI) seluruhnya sudah naik, harga minyak dunia relatif naik, tembaga aluminium juga sudah naik, bahkan CPO Indonesia (MYR/MT) naik, dan sudah mencapai 2.840. Ini sudah menunjukkan harganya relatif baik," tambah Airlangga.

Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa pertumbuhan negatif ekonomi baik di Sumatera maupun Kalimantan relatif tidak sedalam di pulau Jawa.

Baca Juga: Jokowi: Ibarat Komputer, Perekonomian Semua Negara Sedang Hang 

"Per sektor, ada beberapa sektor yang menjadi pengungkit ekonomi. Pertambangan mulai menunjukkan tren positif, beberapa sektor lain seperti keuangan, pendidikan, pertanian, dan properti juga. Properti bisa menjadi salah satu sektor dengan multiplier effect yang besar, termasuk infrastruktur," ungkap Airlangga.

Secara ekonomi domestik, data penjualan kendaraan bermotor sudah naik, begitu pula dengan penjualan retail, indeks keyakinan konsumen, dan juga survei keyakinan pada dunia usaha (SKDU).

"SKDU sudah mulai bergerak positif dari yang tadinya -13,1 ke -5,1. Selain itu, di perbankan, restrukturisasi korporasi sudah 17%, dan untuk UMKM sekitar 50-55%. Trennya semua sudah relatif membaik seiring kegiatan di global," pungkas Airlangga.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini