Pentingnya Asuransi Kesehatan dan Jiwa saat Pandemi Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 14 Agustus 2020 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 320 2262320 pentingnya-asuransi-kesehatan-dan-jiwa-saat-pandemi-covid-19-bkXObUrLvW.jpeg Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Asuransi menjadi salah satu hal yang perlu dimiliki dalam masa pandemi seperti ini. Sebab pandemi virus corona seperti saat ini membuat ekonomi berada dalam ketidakpastian bahkan terancam resesi.

Namun pasti masih bingung jenis asuransi apa saja sih yang harus dimiliki Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan asuransi yang paling dasar untuk dimiliki adalah BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Ekonomi RI di Ambang Resesi, Investasi Apa yang Cuan?

"Paling sedikitnya BPJS Kesehatan anda harus punya asuransi kesehatan dan asuransi jiwa kalau kita ikut BPJS kita ada Asuransi kesehatan kalau meninggal ada asuransi kematian tapi tidak besar kan," ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (14/8/2020).

Namun jika ada uang berlebih, bisa juga menambah untuk asuransi jiwa. Itu pun jika yang bersangkutan sudah memiliki keluarga, sehingga disarankan memiliki asuransi jiwa sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Baca Juga: Sebelum Borong Barang Diskon, Waspada Jebakan Harga Murah

Menurut Mike, dengan adanya asuransi Jiwa, maka bisa membantu keluarga. Karena jika nanti meninggal, keluarga yang ditinggalkan akan mendapatkan warisan dari klaim asuransi tersebut untuk.

"Kemudian kalau kita tambahin asuransi dengan swasta biasanya dia udah gabung kesehatan dan jiwa. Intinya begini, akan sangat penting dan krusial bagi anda yang punya tanggungan anak anak misalnya atau suami kalau meninggalkan mereka perlu survive untuk kehidupan selanjutnya makanya anda persiapkan warisan," jelasnya.

Menurut Mike, jika hanya mengandalkan BPJS Kesehatan tidak akan cukup. Karena ada beberapa tanggungan yang tidak bisa dicover oleh BPJS Kesehatan misalnya untuk beberapa penyakit kritis.

"Kalau cuma andalin BPJS nggak akan cukup, karena itu perlu lah asuransi jiwa. Asuransi jiwa umumnya dia mengcover risiko terjadinya penyakit kritis kalau anda mau nambahin manfaatnya. Jadi kalaupun dicover BPJS apakah kemudian dicover oleh asuransi swasta ya dua duanya boleh jalan," jelas Mike.

Untuk beberapa produk asuransi swasta, penyakit kritis akan mendapatkan santunan jika nasabah tersebut sampai meninggal. Bahkan, biaya berobat dan menginapnya juga bisa dicover oleh asuransi.

"Untuk asuransi jiwanya misalnya anda sudah beli yang paket gitu kemudian anda punya penyakit kritis itu tetap dibayarkan santunannya. Kan anda sudah bayar. Kalau kita punya penyakit kritis kan enggak cuma biaya berobat dan rawat inapnya saja saat itu. Recovery-nya juga enggak," kata Mike.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini