Begini Cara Hitung Tagihan Listrik Berdasarkan Pemakaian

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 18 Agustus 2020 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 320 2264048 begini-cara-hitung-tagihan-listrik-berdasarkan-pemakaian-qufM2Ezrth.jpg Listrik PLN. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT PLN (Persero) mencatat pembayaran tagihan listrik dalam skema stimulus tarif listrik. Di mana dalam programnya, tiga golongan pelanggan, sosial, sektor dan industri ditagih berdasarkan rekening riil atau energi listrik yang digunakan.

Executive Vice President Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PT PLN (Persero) Edison Sipahutar mengutarakan, rekening riil dihitung berdasarkan pemakaian listrik di luar waktu beban puncak (LWBP) ditambah pemakaian saat waktu beban puncak (WBP).

Baca Juga: Realisasi Stimulus Tarif Listrik Rp257,7 Miliar hingga Agustus 2020

Sedangkan rekening minimum dihitung berdasarkan jam nyala minimum 40 jam dikali daya (kVA) dan dikali tarif LWBP.

"Besarnya stimulus yang akan dibayar pemerintah dihitung dari selisih antara rekening minimum dan rekening riil yang telah dibayar pelanggan," ujar Edison, Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Lanjut Edison, untuk pelanggan yang sudah membayar rekening pada Juli tahun ini, terdapat restitusi dengan pengurangan tagihan pada bulan berikutnya, di mana restitusi dimulai pada September.

Baca Juga: Stimulus Listrik Gratis Diperpanjang, Pelanggan Jangan Boros Ya!

Sedangkan bagi pelanggan yang belum bayar rekening pada Juli, rekening tersebut akan dikoreksi sehingga yang akan dibayarkan otomatis sudah dikurangi stimulus.

Sementara itu, program ini mulai berlaku pada Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember tahun ini. Namun begitu, langkah relaksasi ini tidak termasuk PPJ. Pasalnya, PPJ hanya dikenakan sesuai pemakaian riil pelanggan, dan pemerintah hanya memberikan kompensasi dari selisih pemakaian kWh.

"Program stimulus ini tidak berlaku bagi pelanggan dengan status berhenti atau berhenti sementara, selama program berlaku," kata dia.

Sementara itu, pihak PLN juga membuka layanan khusus pelanggan sosial, bisnis dan industri untuk melihat jumlah stimulus tagihan listrik yang mereka terima selama Juli hingga Desember 2020. Edison bilang, hal ini dapat dilihat melaui situs stimuluspln.pln.co.id atau menghubungi call center PLN 123.

Ketika mengecek jumlah stimulus melalui situs, informasi yang didapat pelanggan antara lain besar tagihan seharusnya, pemakaian tenaga listrik (PTL) seharusnya, PTL yang dibayarkan pelanggan, PTL yang dibayarkan pemerintah, serta tagihan yang dibayarkan pelanggan.

"Sore ini kami berharap sudah bisa dipublish, sehingga dapat diakses melalui web. Tentu yang bisa mengakses adalah pelanggan yang memiliki IDPEL (id pelanggan)," ujar Edison.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini