Pendapatan United Tractors Turun 23% di Semester I-2020

Fahmi Achmad, Jurnalis · Selasa 25 Agustus 2020 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 278 2267110 pendapatan-united-tractors-turun-23-persen-di-semester-i-2020-9ixJjxH6nS.jpg Pendapatan United Tractors Turun 23 Persen di Semester I-2020. (Foto: IDX Channel)

JAKARTA – Dalam paparan Public Expose LIVE 2020, Selasa (25/8/2020), PT United Tractors Tbk (UNTR) sepanjang semester pertama 2020 membukukan pendapatan bersih sebesar Rp33,2 triliun atau turun sebesar 23% dibandingkan dengan semester pertama 2019 sebesar Rp43,3 triliun.

Pandemi Covid-19 dan penurunan harga komoditas, khususnya batu bara telah berimbas pada semua segmen usaha Perseroan. Sejalan dengan penurunan pendapatan bersih, laba bersih Perseroan turun 28% menjadi Rp4,1 triliun dari sebelumnya sebesar Rp5,7 triliun.

BACA JUGA : United Tractors Cetak Pendapatan Rp33,2 Triliun, Terbesar di Segmen Kontraktor Penambangan

Masing-masing segmen usaha, yaitu Mesin Konstruksi, Kontraktor Penambangan, Pertambangan Batu Bara,Pertambangan Emas dan Industri Konstruksi secara berturut-turut memberikan kontribusi sebesar 22%, 46%, 18%, 12% dan 2% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian.

Melihat dari segmen usaha mesin konstruksi tercatat terjadi penurunan penjualan alat berat Komatsu sebesar 56% menjadi 853 unit, atau turun dibandingkan dengan penjualan 1.917 unit pada semester pertama 2019.

Turunnya harga komoditas dan pembatasan sosial berskala besar berdampak pada penurunan aktivitas di semua sektor pengguna alat berat yang menyebabkan berkurangnya permintaan alat berat.

Pendapatan Perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat juga turun sebesar 25% menjadi sebesar Rp3,3 triliun. Berdasarkan riset pasar internal, Komatsu tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai mark et leader alat berat, dengan pangsa pasar domestik sebesar 33%.

Penjualan UD Trucks mengalami penurunan dari 302 unit menjadi 94 unit, dan penjualan produk Scania turun dari 291 unit menjadi 100 unit. Secara total, pendapatan bersih dari segmen usaha mesin konstruksi turun 40% menjadi sebesar Rp7,3 triliun dibandingkan Rp12,1 triliun pada periode yang sama di 2019.

BACA JUGA : Wijaya Karya Targetkan Kontrak Baru Rp21,37 Triliun Sepanjang 2020

Sedangkan segmen usaha kontraktor penambangan dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA). Sampai dengan Juni 2020, Kontraktor Penambangan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp15,1 triliun atau turun 22% dari Rp19,3 triliun pada periode yang sama pada 2019. PAMA mencatat penurunan volume produksi batu bara sebesar 8% dari 60,8 juta ton menjadi 55,9juta ton dan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) turun 10% dari 469,2 juta bcm menjadi 420,3 juta bcm.

Sedangkan dari segmen lainnya yakni pertambangan emas, segmen usaha yang dijalankan oleh PT Agincourt Resources (PTAR) yang mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, hingga Juni 2020, total penjualan setara emas dari Martabe sebanyak 186 ribu ons atau turun 4% dari 195 ribu ons.

Martabe membukukan pendapatan bersih sebesar Rp4,0 triliun, meningkat 11% dari Rp3,6 triliun pada periode yang sama di 2019. Rata-rata harga jual emas Martabe sebesar USD1.498 per ons, dibandingkan USD1.315 per ons pada periode yang sama tahun lalu. 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini