Astaga! Masih Banyak Masyarakat Corat-coret Rupiah

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 26 Agustus 2020 12:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 20 2267682 astaga-masih-banyak-masyarakat-corat-coret-rupiah-FX3JPpJKDm.jpg Ingat! Rupiah Adalah Simbol Kedaulatan Indonesia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengaku geram setiap kali melihat ada seseorang atau toko yang menjepret, merobek, atau mencorat-coret uang Rupiah. Dirinya pun meminta Bank Indonesia (BI) atau instansi berwenang untuk mensosialisasikan supaya hal tersebut tidak dilakukan masyarakat.

"Ini sayang kan kalau uangnya ada yang rusak, dicorat-coret, robek. Ini harus disosialisasikan ke masyarakat untuk tidak melakukan itu," ungkap Heru dalam Webinar - Ngomongin Uang Peringatan Kemerdekaan Ke-75 Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Baca Juga: 4 Fakta Pecahan Rupiah Tak Berlaku Lagi Tahun Depan, Buruan Tukar

Menyikapi hal tersebut, Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim mengatakan, Rupiah bukan hanya alat transaksi atau tukar, tapi juga simbol kedaulatan negara.

"Halaman tampak depan uang melambangkan pahlawan nasional, halaman belakang menggambarkan kekayaan alam dan budaya Indonesia. Oleh karena itu, ke depannya edukasi memelihara uang Rupiah juga harus dijaga betul," ujar Marlison.

Dia mencontohkan, perilaku orang Jepang sangat menjaga betul uang kertasnya. "Kenapa mereka tidak seenaknya melipat? Mereka melihat ada pahlawan di mata uang mereka, ada yang mereka hormati. Jadi mereka tidak meremas, melipat, merobek, atau mencoret uang tersebut," kata Marlison.

Baca Juga: Pengusaha Pasrah, Indonesia Sulit Hindari Resesi

Hal ini yang akan diedukasikan dan disosialisasikan ke depan oleh BI. Menetapkan status pahlawan tidak mudah, sehingga ada sosok pahlawan yang dihargai dan juga kekayaan bangsa yang ditampilkan di halaman muka dan belakang uang.

"Di saat kita menghargai uang itu, kita juga menghormati kedaulatan negara. Ada teknologi baru di UPK 75 ini, durable paper, lebih tahan lama. Tapi, secara perlahan, ini momentum yang tepat untuk membuat habit baru di masyarakat untuk tidak mencoret, menstaples, atau merusak uang Rupiah," tegas Marlison.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini