Duet Luhut-Bahlil Yakinkan Investor Jepang soal Iklim Investasi RI Kondusif

Ferdi Rantung, Jurnalis · Kamis 27 Agustus 2020 13:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 320 2268289 duet-luhut-bahlil-yakinkan-investor-jepang-soal-iklim-investasi-ri-kondusif-2AowtAKWd6.jpg Menko Luhut (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pemerintah meyakinkan para investor Jepang bahwa iklim investasi di Indonesia tetap kondusif. Untuk itu pemerintah siap memberikan kemudahan dalam menyambut investasi tersebut.

Pernyataan pemerintah itu disampaikan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam Indonesia-Japan Virtual Investment Forum 2020.

Bahlil mengatakan, menyampaikan bahwa investasi sudah tersebar rata, tidak hanya fokus di pulau Jawa, terutama pada pembangunan hilirisasi industri yang memanfaatkan sumber daya alam dan pariwisata.

"Ini adalah hasil pembangunan infrastruktur di masa pemerintahan Presiden Jokowi sebelumnya yang sudah mulai terasa saat ini," ucap Bahlil dalam keterangan resminya, Kamis (27/8/2020)

Baca Juga: Presiden Jokowi Beri Tugas Khusus ke Luhut, Investasi Jangan Minus di Atas 5% 

Pada masa COVID-19, BKPM menerapkan strategi di luar kelaziman yaitu mendatangi investor satu per satu dan memberikan pelayanan end-to-end. Dari realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) yang mencapai sebesar Rp195,6 triliun atau 48,6% dari total keseluruhan realisasi investasi Semester I 2020, rata-rata adalah investasi yang sudah dikerjakan tahun 2018/2019 dan direncanakan diselesaikan tahun 2020.

“Kalau kita biarkan mereka mengerjakan sendiri, kami yakin ngga akan bisa tercapai. Oleh karena itu kami turun tangan. Kami coba melakukan komunikasi terbaik dengan membentuk tim khusus di BKPM, lalu kolaborasi dengan swasta dan pemerintah. Kepentingan swasta agar menyelesaikan proyeknya, sementara kepentingan pemerintah agar terwujudnya realisasi investasi yang memberikan cipta lapangan kerja,” ujar Bahlil.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan strategi Indonesia menghadapi COVID-19 termasuk memitigasi dampaknya terhadap perekonomian. Pemerintah telah menyiapkan stimulus fiskal sebesar Rp695,2 triliun untuk enam sektor yaitu kesehatan, insentif usaha, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), jaring pengaman sosial, pembiayaan korporasi serta sektor khusus dan pemerintahan daerah.

"Selama ini, kami benar-benar hati-hati dalam mengelola fiskal kami. Pada kesempatan COVID-19, kami melakukan banyak reformasi terutama di bidang kesehatan dan industri farmasi,” kata Luhut.

 

Terkait investasi, Luhut juga menyampaikan Pemerintah Indonesia menyiapkan dua aturan pendukung kemudahan berusaha melalui Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK) dan Perpajakan. Pembahasan UUCK sudah dalam tahap akhir, ditargetkan untuk segera diselesaikan dalam waktu dekat.

“UUCK diharapkan dapat menyederhanakan perizinan untuk meningkatkan investasi. Pada segi pajak pendapatan, pemerintah telah merencanakan untuk mengurangi pajak perusahaan dari 25% ke 22% tahun 2022 dan menuju ke 20% pada tahun 2023,” imbuh Luhut.

Sementara Chairman Mitsubishi Corporation Ken Kobayashi menyampaikan apresiasi terhadap Indonesia dalam tiga hal yaitu penanganan COVID-19, iklim investasi yang kondusif dan kegiatan Mitsubishi di Indonesia.

"Indonesia telah berupaya keras dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional dengan mengeluarkan kebijakan, khususnya bagi dunia usaha melalui insentif pajak untuk perusahaan asing yang dimanfaatkan dengan baik oleh investor Jepang. Pemerintah Jepang akan membantu pembangunan Indonesia dengan didukung oleh teknologi Jepang dan penguatan global supply chain. Mari kita menguatkan kerjasama antara Indonesia dan Jepang dalam keadaan krisis COVID-19 ini," ucap Ken Kobayashi.

Realisasi investasi asal Jepang menduduki posisi kedua di Indonesia senilai USD22.537,7 juta sepanjang periode 2015-2019. Selama Semester I 2020, realisasi investasi Jepang sebesar USD1.212,9 juta dengan penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 33.318 orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini