Curhat Sri Mulyani soal Pemulihan Ekonomi RI: Sangat Berat Sekali

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 27 Agustus 2020 17:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 320 2268520 curhat-sri-mulyani-soal-pemulihan-ekonomi-ri-sangat-berat-sekali-w7WvmNzMcr.png Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com/Instagram Sri Mulyani)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui sulit memulihkan ekonomi Indonesia di tengah pandemi virus corona yang masih melanda. Dirinya pun memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 hanya 0% hingga minus 2%.

"Memulihkan ekonomi itu sangat berat sekali," ujar Sri Mulyani, beberapa waktu lalu, Kamis (27/8/2020).

Meski berat, Sri Mulyani berupaya untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia. Di mana kuartal III menjadi kunci, apakah Indonesia resesi atau tidak.

Baca Juga: Sri Mulyani Akui Dampak Covid-19 Mengerikan, Buktinya Banyak Negara Resesi

"Resesi itu definisinya itu kalau dua kuartal berturut-turut yaitu pertumbuhan year on yearnya itu negatif tapi kita udah di kuartal dua kita negatif 5,32%. Jadi kalau tidak ingin negatif maka pada kuartal ketiga harus dipulihkan," tuturnya.

Dirinya mengatakan, pemerintah akan terus menggunakan instrumen kebijakan yang dimiliki secara maksimal, koordinasi kebijakan fiskal moneter akan terus dijaga untuk bisa menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan pemulihan ekonomi. Selain itu, menggenjot daya konsumsi dan investasi.

Baca Juga: Indonesia Resesi, Ini Tanda-Tanda dari Sri Mulyani

"Dua varibel yaitu investasi dan konsumsi itu harus dipulihkan karena kedua sektor ini menyumbang besar pertumbuhan ekonomi Indonesia sebanyak 90%," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, kunci mendorong ekonomi pada kuartal III adalah investasi. Indonesia juga masih belum bisa memaksimalkan sektor ekspor karena pasar internasional yang belum normal.

“Saya kira tidak apa-apa (stuck). Tapi harus ada jurus lain yang bisa kita lakukan yaitu dengan meningkatkan investasi agar kuartal ke-III bisa mengungkit. Saya kira kuncinya di investasi,” pungkasnya. (feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini