Ketua BKPM: Investor Asing Harus Libatkan Pengusaha Lokal, Tapi....

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 31 Agustus 2020 11:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 320 2270070 ketua-bkpm-investor-asing-harus-libatkan-pengusaha-lokal-tapi-5Bi06SSUo2.jpg Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Foto: Setkab)

JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mencatat akan melibatkan pengusaha lokal. Terutama dalam proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) RU V Balikpapan dan Lawe-Lawe di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Tak hanya RDMP RU V Balikpapan dan Lawe-Lawe, dia bahkan, menegaskan pihaknya berupaya untuk melibatkan pengusaha lokal baik dalam setiap investasi yang dilakukan pengusaha nasional maupun asing yang melakukan usahanya di daerah.

 Baca juga: Fakta-Fakta Tugas Khusus Jokowi ke Luhut, Investasi Jangan Minus

"Mohon juga dilibatkan pengusaha lokal. Ini wajib investor asing maupun dalam negeri yang melakukan usaha di daerah untuk menggandeng pengusaha nasional di daerah," ujar Bahlil melalui siaran pers, Jakarta, Senin (31/8/2020).

Dia mengutarakan, keterlibatan pengusaha lokal dalam setiap investasi di daerah juga perlu diutamakan. Hal ini merupakan bagian dari para pebisnis daerah mengambil kesempatan atau bagian dalam memajukan sektor bisnis di daerah. Meski begitu, keterlibatan pengusaha lokal atau daerah pun harus memenuhi kompetensi dan syarat yang mumpuni.

 Baca juga: Taiwan 'Kabur' dari China, Peluang Emas Investasi bagi Indonesia

"Yang penting pengusaha daerah yang memenuhi syarat serta memiliki kompetensi yang sesuai. Pengusaha daerah diberi kesempatan mengambil bagian, supaya kita sama-sama besar. Ingat, dalam konteks yang positif, bukan negatif," kata Bahlil.

Tentu, upaya BKPM tersebut sesuai dengan semangat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan pengusaha nasional di daerah.

Saat mengunjungi (RDMP) RU V di Balikpapan, Jumat siang (28/8/2020) kemarin, Bahlil juga memastikan komitmen kepatuhan pada aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan pemerintah bagi pelaku usaha.

Dalam kunjungannya yang didampingi oleh Direktur Utama PT Kilang Pertamina International (KPI) Ignatius Tallulembang, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) Narendra Widjajanto dan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Mardani Maming, Bahlil berharap, komitmen KPI dan KPB dalam memenuhi penggunaan komponen dalam negeri terus dijaga.

“BKPM ingin memastikan komitmen komponen TKDN jangan hanya di atas kertas, namun juga dilaksanakan. BKPM akan mendukung sebagai garda terdepan jika ada masalah selama proses pembangunan proyek ini. Ke depannya kita harus transparan dan berkolaborasi. Mana yang bisa dilakukan oleh Pertamina dan mana yang tidak bisa dilakukan, mari kita diskusikan bersama-sama,” ujar Bahlil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini