4 Fakta Hadapi Resesi, Siapkan Dana Darurat

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 07 September 2020 07:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 06 622 2273450 4-fakta-hadapi-resesi-siapkan-dana-darurat-nhb4aqxlXH.jpeg Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Freepix)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, ekonomi Indonesia masih menghadapi tekanan pasar pada kuartal III. Sehingga, untuk terhindar dari jeratan resesi diprediksi akan sulit. Oleh sebab itu, masyarakat Tanah Air diminta untuk mempersiapkan keuangan dalam menjalani kehidupan di tengah gejolak ekonomi tersebut.

Okezone pada Senin (7/9/2020), merangkum sejumlah persiapan yang harus dipersiapkan dari sekarang jelang pengumuman resmi Indonesia dinyatakan resesi.

Baca juga: Lagi, Sri Mulyani Revisi Target Ekonomi 2020 Jadi Minus 1,1%

1. Persiapkan Asuransi Jiwa, Tapi Sesuaikan dengan Isi Kantong

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, dalam menghadapi situasi atau ancaman resesi ini, asuransi menjadi salah satu hal yang penting untuk dimiliki. Namun tetap, asuransi yang dimiliki juga harus sesuai dengan porsi dan kemampuannya.

"Tidak perlu paranoid dalam menghadapi pandemi virus corona. Oleh karena itu, yang terpenting adalah memiliki asuransi dengan batas kemampuan masing-masing," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (3/9/2020).

Baca juga: Presiden Jokowi Pamer Ekonomi Papua, Tumbuh Positif dan Tertinggi di Indonesia

2. Evaluasi Pengeluaran

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan salah satu yang perlu dievaluasi adalah pengeluaran untuk investasi. Karena ketidakpastian masih menyelimuti Indonesia.

Dampaknya juga terasa di pasar saham. Saat pandemi virus corona terjadi di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok sangat dalam dan sempat berada di titik terendahnya yakin di poin 3.900.

“Evaluasi investasi. Karena saya lihat secara statistik data dari Januari itu terjadi penurunan IHSG signifikan,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (4/9/2020).

3. Penghasilan Jangan Dimasukkan ke Investasi yang Sama

Mike menilai yang perlu dilakukan adalah melakukan diversifikasi risiko. Maksudnya, jangan seluruh penghasilan di limpahkan kepada instrumen investasi yang sama.

Karena jika instrumen investasi tersebut anjlok, uang investasi juga akan hilang. Misalnya ketika investasi Rp100 juta sebelum IHSG anjlok, ketika turun maka kerugiannya hampir 30%.

“Intinya kalau dia punya Rp100 juta dia turunnya hampir 30%-nya,” kata Mike.

4. Alokasikan Gaji Sebesar 30%

Perencana Keuangan Andi Nugroho menyarankan, menyisihkan penghasilan untuk dana darurat. Besarannya cukup 30% dari penghasilan yang didapat. Alokasi dana darurat juga bisa lebih besar dari 30% bila penghasilan yang didapatkan lebih besar. Misalnya, jika memiliki penghasilan Rp5 juta setiap bulan, maka dana darurat yang disisihkan sekitar Rp1,5 juta. Jika secara konsisten dana maka dalam satu tahun bisa mencapai Rp18 juta.

"Kalau mau ditambahin (dana daruratnya) akan lebih bagus," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (3/9/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini