Uang Pesangon Jangan Dipakai Beli Emas, Kenapa?

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 06 September 2020 16:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 06 622 2273462 uang-pesangon-jangan-pakai-beli-emas-kenapa-xz3tQ5fVNZ.jpeg Emas (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA – Uang pesangon bisa jadi sumber dana yang cukup untuk membiayai hidup Anda setelah terkena (Pemutusan Hubungan Kerja) PHK. Namun, Anda harus mampu mengelolanya secara bijak agar dana tersebut dapat memenuhi kebutuhan hidup dalam jangka waktu yang panjang.

Investasi bisa menjadi sumber penghasilan Anda berikutnya ketika sudah tak menerima pemasukan dari perusahaan. Namun, di saat memilih produk investasi diharapkan tak keliru. Salah satunya, yaitu tak melarikan uang itu untuk membeli emas.

Baca Juga: Kelola Gaji Sehat, Jangan Terlalu Banyak Gaya Salah Satunya 

Perencana Keuangan Oneshildt Financial Planning, M. Andoko mengatakan bila orang yang terkena PHK memutuskan untuk uang pesangon dialihkan ke investasi emas, maka nantinya dikhawatirkan dia tak memiliki tabungan untuk biaya hidup sehari-hari.

"Dia sayangnya pada sast orang di-PHK butuh konsumsi dan uang yang minimal sama dengan gajinya dia," kata Andoko kepada Okezone, dikutip Minggu (6/9/2020).

 

Dia menjelaskan, keuntungan berinvestasi emas didapat hanya melalui capital gain. Di mana keuntungan yang didapatkan ketika menjual aset investasi tertentu. Namun, selama Anda menguasai aset tertentu, meskipun di saat itu harga jual lebih tinggi dari modal investasi awal, hal itu belum dapat dikatakan sebagai capital gain.

"Kalau di emas dia hanya capital gain. Dia enggak bisa memberikan regular income. Kecuali dia punya dana cadangan yang besar," ujarnya.

Dia mengimbau seseorang mungkin bisa menginvestasikan sejumlah uang pesangon yang diterima dengan cara berinvestasi. Salah satunya dengan membeli Obligasi Ritel Indonesia (ORI).

"Sekarang pemerintah lagi menerbitkan yang namanya ORI. Itu dilock 3 tahun. Dia bisa mendapatkan return besar. Kalau enggak salah suku bunganya 6,4%," ujarnya.

Apabila masih ragu dengan berinvestasi di ORI, kata dia, mereka bisa memanfaatkan dengan menabungkan uangnya di deposito bank. Namun sayangnya kini suku bunga deposito sedang mengalami penurunan.

"Bisa ditempatkan ke beberapa instrumen yang dia bisa memberikan passive income. Contohnya: deposito. Misalnya dia dapat (uang pesangon) Rp200 juta. Hanya sayangnya sekarang bunga deposito itu kecil hanya 5%," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini