Mau Investasi, Jangan Cuma Ikut-ikutan

Natasha Oktalia, Jurnalis · Selasa 08 September 2020 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 08 622 2274412 mau-investasi-jangan-cuma-ikut-ikutan-VSGNUODHah.jpeg Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA – Pandemi membuat sebagian orang kehilangan pemasukan dan mata pencahariannya. Bahkan bukan rahasia lagi bahwa ekonomi Indonesia sedang diambang resesi.

Di saat seperti ini, pengelolaan keuangan harus dilakukan agar tetap memiliki pegangan. Alangkah baik untuk mulai masuk ke dalam dunia investasi, tapi perlu diingat jangan hanya ikut-ikutan ya.

"Memilih investasi itu paling bagus yang sesuai dengan tujuan keuangan kita," tulis Prita Ghozie. Pelajari terlebih dahulu mengenai investasi yang ingin dijalani,agar tidak tersesat nantinya.

Untuk itu, sebelum memulai berinvestasi lebih baik untuk memahami seluk beluk ragam produk investasi. Seperti yang dikutip dari laman Instagram @pritaghozie, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Baca Juga: Uang Pesangon Jangan Dipakai Beli Emas, Kenapa?

1. Logam Mulia

Meski emas menjadi perhiasan yang cukup diminati banyak orang, banyak pula yang beralih ke emas batangan. Sebab saat membeli perhiasan emas, biaya pembuatan akan dibebankan kepada pembeli. Sehingga harga tersebut tidak didapatkan saat menjualnya kembali.

Karakteristik dari investasi emas sendiri yakni membutuhkan surat atau sertifikat agar aset yang dibeli memiliki standar, selain itu umumnya investor menikmati kenaikan modal, namun tetap waspada ya terhadap fluktuasi harga.

Perhatikan pula harga penerimaan pasar saat tiba waktunya untuk dijual kembali. Untuk penyimanan emas sendiri, simpan di tempat yang aman ya, kecuali emas dalam bentuk digital.

Baca Juga: Resesi di Depan Mata, Yuk Evaluasi Pengeluaran

2. Instrumen Pendapatan Tetap

Merupakan surat utang dengan jangka waktu yang telah ditentukan untuk pengembalian dana, disertai dengan pembayaran bunga secara berkala. Surat utang ini diterbitkan oleh negara atau korporasi untuk dijual kepada masyarakat.

Ketika telah jatuh tempo waktu pembayaran, penerbit surat utang akan mengembalikan modal awal beserta dengan kupon yang telah ditentukan besarannya.

Seperti Obligasi Negara Ritel (ORI), Saving Bonds Ritel (SBR), Sukuk Ritel (SR) dan Sukuk Tabungan (ST).

3. Saham

Saham sendiri merupakan sertifikat kepemilikan yang membuktikan porsi kepemilikan pemegang saham. Saham tersebut diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Untuk saat ini, tentunya dapat membeli 1 LOT atau 100 lembar saham. Keuntungannya adalah, capital gain dari selisih harga beli-jual serta saham memberikan dividen tahunan.

"Dengan pengelolaan yang tepat, saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik," tulis Prita.

4. Reksa Dana

Reksa dana adalah wadah dan pola pengelolan dana dari masyarakat pemodal untuk diinvestasikan ke dalam instrumen investasi yang tersedia di pasar modal. Dalam reksa dana, harta bersama milik pemodal disimpan dan diadministrasikan oleh Bank Kustodian.

Reksa dana sendiri dapat berbentuk Perseroan atau Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Reksa dana sendiri bersifat terbuka dan tertutup.

Jenis reksa dana yang tersedia saat ini adalah Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund), Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund), Reksa Dana Campuran (Balance Mutual Fund), Reksa Dana Saham (Equity Fund) dan Exchange Traded Fund (ETF).

5. Investasi Dunia Digital

Investasi online adalah kegiatan penanaman modal untuk mendapat profit jangka panjang melalui digital. Hal tersebut tentunya mempunyai keuntungan tersendiri, terutama bagi generasi milenial yang terbiasa praktis dan tidak memiliki banyak waktu luang.

Investasi jangan sekedar ikut-ikutan, apalagi mudah tergiur iming-iming hasil tinggi. Kenali terlebih dahulu produk yang akan dipilih, pahami keuntungan bahkan risiko dari masing-masing produk.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini