5 Biaya dalam Pernikahan, Jangan Lupa Sepakati soal Budget

Natasha Oktalia, Jurnalis · Rabu 09 September 2020 21:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 09 622 2274916 5-biaya-dalam-pernikahan-jangan-lupa-sepakati-soal-budget-Ob7hFhAKST.png Cara Mempersiapkan Biaya Pernikahan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pernikahan menjadi salah satu pencapaian yang dinanti oleh setiap orang yang masih berstatus single atau belum menikah. Namun penting untuk diketahui bahwa dalam pernikahan, calon pasangan dan keluarga harus sepakat akan berbagai hal.

Perencana Keuangan Prita Ghozie mengatakan, ada beberapa hal yang harus jadi kesepakatan dua keluarga, seperti bujet dalam menentukan acara, lalu siapa yang menandanai kebutuhan tertentu, terakhir adalah bagian acara mana yang prioritas wajib ada untuk kebahagiaan hati.

Pertama, Pre-Wedding. Pilih mana kegiatan berikut yang dinilai utama untuk pernikahan? Di antaranya seperti, kamar pengantin atau benah-benah rumah (renovasi), lamaran yang meliputi sewa tempat atau peralatan, attire, catering, dokumentasi, dan hantaran. Lalu, rangkaian acara adat, pengajian, serta foto pre-wedding.

Baca Juga: 4 Keuntungan Nabung di Deposito, Salah Satunya Sudah Terjamin

"Wajarnya alokasi bujet untuk kegiatan pre-wedding tidak lebih dari 30% dari tot al wedding fund ya," tutur Prita, dikutip dari laman Instagram @pritaghozie, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Kedua, The Wedding. Berikut adalah hal yang menurut Prita merupakan bagian yang tidak bisa dihilangkan dalam pernikahan, yakni seperti attire (busana dan make up), legal (penghulu, mahar nikah, dan hal lain yang menjadi syarat sah), sewa tempat dan dekorasi, catering, dan dokumentasi.

"Karena bagian ini utama, malahan jika bujet terbatas better dihabiskan semua untuk kegiatan ini secara maksimal," ungkapnya.

Baca Juga: 3 Cara Persiapkan Dana Darurat Selama Pandemi Covid-19

Ketiga, The Reception. Pada hal ini meliputi semua poin di The Wedding, lalu ditambah dengan invitation (undangan), souvenirs, serta seragam-seragam bridesmaid dan keluarga.

"I know semua terasa penting, tapi beneran deh. Seriously, please untuk The Wedding plus Reception jangan lewat 50% dari wedding fund ya," katanya.

Keempat, After-Wedding. Tentu saja ada lagi yang harus diperhatikan setelah terjadinya acara pernikahan, hal-hal tersebut meliputi pembubaran panitian plus gifts, souvenirs or hampers untuk keluarga (karena sedang pandemi Covid-19), dan terakhir adalah honeymoon.

"Bagian ini sebisa mungkin maksimal 20% dari wedding fund ya," ujar Prita.

Kelima, The Real Life. Dalam hal ini, Prita menyebutkan mengenai akan tinggal dimana setelah menikah, Apakah sudah memiliki tempat atau masih menumpang dengan orang tua atau justru masih harus mencari tempat tinggal secara mandiri lagi.

"Nah, terus mau tinggal dimana abis nikah? Well, jika masih menumpang orang tua ya masalahmu selesai sementara. Tapi, untuk yang tidak seberuntung itu tentu saja harus sewa kontrakan mylaff kan?" ujarnya.

Lalu dirinya juga mengingatkan, bahwa mahar nikah adalah hak istri dari suami. Itu sebabnya, bagi laki-laki tidak sembarang dalam memilih mahar. Sementara bagi perempuan, pastikan mahar tersebut dapat menjadi modal hidup bagi istri di masa depan.

"Makanya namanya mas kawin, paham kan sekarang," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini