Kesalahan Pengelolaan Keuangan Pengantin Baru

Safira Fitri, Jurnalis · Kamis 10 September 2020 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 10 622 2275567 kesalahan-pengelolaan-keuangan-pengantin-baru-XzIxArlnXR.jpg Pengantin (Foto: Ilustrasi Okezone.com)

JAKARTA - Beberapa kasus yang terjadi pada pasangan baru menikah adalah kekeliruan mengelola keuangan rumah tangga. Tak jarang hal ini akan menimbulkan keurangnya harmonis keluarga, perasaan tertekan atau pun terjebak dalam kondisi financially shocked.

Banyak pengantin baru yang berpikir bahwa dengan menikah maka pasangan mereka akan menangani semua masalah keuangan. Namun kenyataannya, mereka tidak membuat rencana pengelolaan keuangannya dengan baik.

Tidak dipungkiri bahwa sebagai pasangan suami istri baru, pasti memimpikan kehidupan berkeluarga yang indah, rukun, dan romantis. Adapun pemikiran singkat bahwa suami cukup dengan mencari penghasilan dan istri cukup mengatur pemakaian sehari-hari.

Baca juga: 7 Cara Memoles Rumah Mungil agar Tampak Luas

Melansir dari buku Cerdas dan Bijak Mengatur Keuangan Rumah Tangga: Panduan Bagi Ibu Rumah oleh Wahyuni Indriyani, Jakarta, Kamis (10/9/2020), hal tersebut tidaklah cukup. Oleh karena itu, berikut ini adalah sejumlah kekeliruan yang perlu dihindari dalam memulai rumah tangga baru. 

Pertama, para pasangan suami istri yang baru berkeluarga di antaranya karena tidak mengetahui sejarah keuangan pasangannya, tidak mengetahui bagaimana keadaan keuangan satu sama lain yang dialami sebelum berkeluarga.

Baca juga: Pencahayaan di Ruang Kerja Bikin Karyawan Makin Produktif, Ini 5 Cara Mengaturnya

Kedua, tidak memahami budaya atau kebiasaan pasangan akan uang. Misalnya, pasangan berasal dari keluarga yang kaya, atau berasal dari keluarga yang suka berhemat. Tentunya saat berkeluarga, dia akan membawa kebiasaan penggunaan uang dari keluarganya ke dalam kehidupan rumah tangga. 

Ketiga, saling menyimpan rahasia keuangan. Setiap pasangan berhak memiliki rahasia dalam hubungannya, tapi sebaiknya tidak dalam urusan keuangan. Semakin banyak yang ditutupi dari pasangan mengenai kondisi keuangan, hal tersebut hanys akan membuat rumah tangga seperti menunggu bom waktu.

Keempat, menghindari pembicaraan tentang keuangan. Entah enggan karena malu atau risih, banyak pasangan baru yang menghindari pembicaraan keuangan. Padahal ini merupakan hal yang penting, dan pasangan bisa bersepakat dalam memprioritaskan apa yang paling penting.

Kelima, menyerahkan urusan keuangan sepenuhnya kepada satu orang saja (tipe mama bos atau papa bos). Meskipun di sini terlihat ada saling percaya, namun hal ini bisa berisiko di masa depan.

Mama bos artinya suami menyerahkan seluruh penghasilannya kepada istri, selanjutnya istri yang mengelola uang tersebut. Sedangkan, papa bos artinya suami yang mengatur semua keuangan rumah tangga, jika di sini tidak ada komunikasi yang baik, akan muncul kesalahpahaman.

Sering kali yang muncul adalah suami mengira istri terlalu boros, atau istri mengira suami terlalu pelit. Jangan sampai mengalami ini ya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini