Kisah Mantan TKI Dirikan Bisnis Kuliner akibat Covid-19

Bambang Sugiarto, Jurnalis · Selasa 15 September 2020 12:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 455 2277948 kisah-mantan-tki-dirikan-bisnis-kuliner-akibat-covid-19-u5xSDyRc5S.jpg Patin Bakar (Foto: Bambang/Okezone)

JEMBER - Di tengah terpuruknya ekonomi di masa pandemi Covid-19, suami istri mantan TKI di Malaysia justru bangkit, karena memiliki bisnis kuliner pinggir jalan yang khas dan digemari oleh para pembeli.

Kuliner yang tengah digemari yakni patin madu bakar. Menu andalan dari usaha suami istri ini menjadi favorit, lantaran sejak warung di buka sore hari langsung penuh dengan pembeli yang terus memburu menu tersebut.

Baca Juga: Pria Lulusan S2 Jadi Tukang Cukur, Dibayar Seikhlasnya

Sulastri yakni mantan TKW yang merupakan warga Jalan Letjend Suprapto, mengaku bangkit lagi usai terpuruk karena dampak pandemi. Pasalnya, dirinya tidak dapat kembali ke Malaysia bersama suami untuk bekerja kembali.

Namun, akhirnya dirinya memutuskan untuk membuka warung khas bakaran dengan andalan menu patin bakar madu. Ilmu kuliner inipun diketahui didapatkan dari Malaysia saat ia masih menjadi pembantu rumah tangga.

Baca Juga: Bisnis Cacing di Tengah Covid-19, Pria Ini Cuan Rp6 Juta

Di warungnya tersebut, sejak sore hingga tengah malam, pembeli terus membanjiri dengan memesan menu andalannya. Rasa patin bakar madu yang ditawarkan tak kalah dari restoran besar maupun hotel berbintang.

Selain enak, gurih, dan rasa madu yang menonjol, sambal terasi khas jawa berikut minuman pendamping temulawak juga semakin menambah kesegaran usai menyantap menu tersebut.

Di warung tersebut, Sulastri bertugas dalam membuat bumbu, serta sayur. Sementara suaminya bertugas untuk membakar patin.

Seorang pembeli Lailatur Ifa mengaku, patin bakar madu yang disajikan di warung milik Sulastri sangat enak dan pas di lidah. Tak kalah dengan menu di restoran atau hotel berbintang.

Hal senada pun diakui pembeli lainnya yaitu Ani, dirinya menyukai patin bakar madu karena rasanya khas dan nikmat. Bahkan anaknya yang masih balita pun menyukainya.

Bagi Sulastri, dirinya membenarkan jika menu patin bakar madunya tiap hari terus diburu pembeli. Dengan hanya menjual Rp18.000 per paket, pembeli sudah dapat menikmati menu tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini