23 Juta Orang Rebutan Daftar Kartu Prakerja, Begini Faktanya

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 16 September 2020 20:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 320 2278940 23-juta-orang-rebutan-daftar-kartu-prakerja-begini-faktanya-sGUj5EF5cZ.jpg Kartu Pra-Kerja (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Pemerintah menggelar program Kartu Pra Kerja untuk para pengangguran dan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Bantuan itu sangat diminati di tengah minimnya lapangan pekerjaan di Indonesia.

Alhasil, program kartu prakerja diminati banyak masyarakat. Terutama masyarakat yang terkena PHK selama pandemi covid-19.

Okezone pada Rabu (16/9/2020) merangkum beberapa fakta terbaru terkait program tersebut.

Baca Juga: Korban PHK, Kartu Prakerja atau Uang Tunai?

1. 23 Juta Orang Mendaftar dan 12 Juta Lolos sebagai Peserta Kartu Pra Kerja

Sebanyak 23.171.233 orang Indonesia terdaftar sebagai pendaftar Kartu Pra Kerja. Namun, tak semuanya lolos dari tahapan verifikasi. Dari total itu yang lolos verifikasi ada sebanyak 12 juta orang.

2. Total Hingga Batch 7 Ada 3.880.918 orang

Dari total sekira 12 juta pendaftar itu yang sudah masuk sebagai penerima Kartu Pra Kerja pada gelombang ketujuh ada 3.880.918 orang. Mereka ditetapkan di dalam Surat Keputusan (SK).

Baca Juga:  Biaya Jasa Platform Digital Mitra Prakerja Dibatasi 15%

3. Baru 1,2 Juta Orang Telah Dapat Insentif

Pemerintah telah mencairkan insentif kepada peserta Kartu Pra Kerja terhitung hingga Selasa (15/9/2020) sebesar Rp1,6 triliun. Jumlah itu tersebar ke 1,2 juta pendaftar program tersebut.

4. Insentif Digunakan untuk Kebutuhan Sehari-Hari hingga Cicil Utang

Berdasarkan hasil survei, 96% dari insentif itu dipakai untuk membeli bahan pangan, 75% penerima Kartu Prakerja mengatakan untuk membayar listrik, 69% untuk beli bensin/solar, 68% untuk beli pulsa/paket internet, 60% untuk transportasi. Tak hanya itu, sebagian mereka yang terlilit utang pun juga menggunakan insentif untuk mencicilnya.

5. 36% Peserta Kartu Prakerja Kini Berhenti Menganggur

Manajemen Pelaksana Kartu Pra Kerja melakukan survei kepada penerima program tersebut. Tercatat, sebanyak 36% peserta kini telah berhenti menganggur dan kini menjadi wirausaha setelah menjalani pelatihan.

6. Kasus Corona Masih Tinggi, Pelatihan Offline Kartu Pra Kerja Batal Digelar Tahun Ini

Kasus baru Covid-19 di Indonesia tercatat masih belum menunjukkan adanya penuruna. Hal ini membuat pelatihan Kartu Pra Kerja secara offline urung dilaksanakan pada tahun 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini