Reformasi Pajak, Sri Mulyani: RI Tak Bisa Sendiri

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 17 September 2020 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 320 2279253 reformasi-pajak-sri-mulyani-ri-tak-bisa-sendiri-ggTHVFWQeR.jpg Sri Mulyani (Foto: Okezone)

 JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah melakukan reformasi pajak demi mendorong kepatuhan dan penerimaan negara. Namun dalam meningkatkan penerimaan pajak ini perlunya dukungan internasional.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, reformasi pajak memerlukan kerja sama dengan negara lain. Apalagi, banyak perusahaan di Indonesia yang kantor utamanya di berada luar negeri.

"Jadi mobilisasi sumber daya dalam negeri baik dan secara inheren penting untuk proses pembangunan bagi banyak negara anggota ADB. Rasio pajak kita yang rendah serta reformasi yang dilakukan menunjukkan bahwa kita tidak bisa melakukannya sendiri," ujar Sri Mulyani dalam diskusi virtual, Kamis (17/9/2020).

Kata dia, kerja sama dengan seluruh negara juga diperlukan untuk memperbaiki rasio pajak di masing-masing negara.

"Jika kita akan melakukan reformasi ini, ada sesuatu yang dapat dikendalikan oleh negara kita sendiri dalam merancang reformasi, tetapi tentunya pertukaran pengalaman dan pengetahuan kita dan juga dalam hal ini praktik kebijakan akan menjadi sangat kritis," katanya.

Dia menekankan bahwa tidak semua upaya reformasi pajak itu bisa dilakukan sendiri di dalam negeri. Adapun, Indonesia dan negara-negara di kawasan perlu saling bertukar pengalaman dan pengetahuan mengenai kebijakan reformasi pajak.

"Kami juga membutuhkan banyak dukungan dan benchmarking yang dapat diberikan oleh lembaga multilateral seperti ADB, IMF, dan World Bank," pungkasnya.

 Pagi Ini Rupiah Melemah di Level Rp13.892/USD

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini