Pemulihan Ekonomi di Negara Asean Diprediksi Lebih Cepat

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 17 September 2020 14:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 320 2279316 pemulihan-ekonomi-di-negara-asean-diprediksi-lebih-cepat-hNaA8Yfvea.jpeg Ekonomi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah membuat kawasan Asia Tenggara mengalami perlambatan pertumbuhan terbesar sejak krisis moneter Asia di tahun 1997. Laju pertumbuhan di kawasan diperkirakan akan menyusut sebesar 4,2% di tahun 2020.

Perhitungan ini dipaparkan dalam laporan bertajuk Global Economic Outlook report dari Oxford Economics, yang diterbitkan oleh badan akuntan ICAEW.

Laporan tersebut memperlihatkan bahwa meski aktivitas ekonomi berangsur normal kembali dengan pertumbuhan diperkirakan akan pulih menuju angka 6,4% di tahun 2021, laju pemulihan ekonomi selama paruh kedua tahun 2020 akan bervariasi di kawasan Asia Tenggara.

Hal ini bergantung pada pelonggaran kebijakan pembatasan sosial dan peningkatan permintaan ekspor masing-masing negara.

Kawasan Asia Tenggara menunjukkan kecepatan pemulihan yang bervariasi pada paruh kedua 2020. Untuk memastikan kebangkitan ekonomi di seluruh kawasan, sangat penting bagi negara-negara dengan ekonomi terbesar di Asean, seperti Indonesia, Singapura, Filipina, dan Malaysia untuk melakukan pemulihan yang stabil.

"Jalan menuju pemulihan ekonomi di Asia Tenggara akan panjang, ditambah dengan ketegangan AS-Tiongkok saat ini, perlambatan jangka panjang dalam aktivitas perdagangan global, dan pandemi Covid-19 yang berkepanjangan turut membebani prospek pertumbuhan kawasan ini,” ungkap Direktur Regional ICAEW, Tiongkok Raya dan Asia Tenggara Mark Billington di Jakarta, Kamis (17/9/2020)

 

Namun, tingkat keberhasilan yang berbeda-beda dalam mengatasi wabah Covid-19, dan kebijakan pelonggaran pembatasan sosial yang juga bervariasi akan memperbesar disparitas dalam pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.

Meskipun ekonomi setiap negara menderita akibat krisis, struktur ekonomi kawasan Asean yang unik menunjukkan bahwa krisis telah memberikan dampak yang berbeda di setiap negara. Pada akhirnya, negara-negara yang berhasil mengendalikan wabah dan kembali melanjutkan aktivitas ekonomi mereka akan dapat bangkit lebih cepat daripada negara lain di kawasan ini.” tambah Mark.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini