Hadapi Resesi, Pekerja Gaji Pas-pasan Sisihkan Rp1,5 Juta/Bulan

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 17 September 2020 12:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 622 2279183 hadapi-resesi-pekerja-gaji-pas-pasan-sisihkan-rp1-5-juta-bulan-z5E46ZOkcw.jpeg Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Dana darurat menjadi hal yang sangat penting untuk disiapkan dalam kondisi saat ini. Dana darurat ini bisa berupa uang cash ataupun tabungan yang mudah untuk dicairkan.

Apalagi, belum bisa dipastikan kapan pandemi akan berakhir. Bahkan di Jakarta sendiri, Pemerintah Provinsi DKI terpaksa harus memberlakukan kembali kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menurunkan kasus positif virus corona di Ibu Kota.

 Baca juga: Harga Diprediksi Naik Terus, Jangan Buru-Buru Investasi Emas

Ditambah lagi, saat ini ekonomi Indonesia berada di dalam bayang-bayang resesi. Pada kuartal II-2020 lalu, ekonomi Indonesia -5,3% secara tahunan (year on year/yoy).

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, dalam situasi seperti ini perlu menyiapkan dana darurat. Dana darurat ini adalah pegangan uang cash yang bisa digunakan sewaktu-waktu atau kapan pun kita butuhkan.

 Baca juga: Simpanan MNC Bank sebagai Investasi di Kala Pandemi

Mengenai besarannya, Andi menyebut tergantung dari masing-masing orang. Sebab masing-masing orang memiliki kebutuhan dan juga penghasilan yang berbeda setiap bulannya.

Namun secara umum, dana darurat yang bisa disisihkan adalah sebesar 30% dari penghasilan. Artinya jika memiliki penghasilan sekitar Rp5 juta maka dana darurat yang harus disisihkan adalah sebesar Rp1,5 juta setiap bulannya.

Jika seseorang ingin menyisihkan dana darurat lebih dari angka tersebut, sebenarnya boleh-boleh saja. Hanya saja, nantinya akan mengorbankan pengeluaran yang lainnya.

"Kalau mau ditambahin akan lebih bagus. Karena kan berarti kita mau nambah kita akan mengurangi pos pengeluaran yang lain," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (17/9/2020).

Oleh karena itu lanjut Andi, pengeluaran juga harus bisa dipilah-pilah. Karena dalam kondisi saat ini, idealnya pengeluaran untuk foya-foya direm terlebih dahulu.

"Misalnya oh pengen jajan Boba kopi hal hal seperti itu yang saran saya kurangi lagi. Karena kita mau alokasikan dana tersebut kita alokasikan untuk dana darurat," kata Andi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini