6 Fakta Cash is King saat Resesi, Nomor 5 Tolong Dipahami

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 19 September 2020 09:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 622 2280099 6-fakta-cash-is-king-saat-resesi-nomor-5-tolong-dipahami-b1wAnFkmjN.jpg Rupiah (Shutterstock)

4. Uang Cash Penting untuk Jadi Modal

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, alasan mengapa uang cash menjadi sangat penting adalah agar bisa menjadi modal ketika situasi sulit menerpa. Misalnya terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada perusahaan tempat bekerja.

Atau bagi mereka yang menjalankan bisnis juga bisa saja terkena dampak. Misalnya bisnis yang dijalankan bangkrut karena penjualan tidak seimbang dengan pemasukan.

"Bisa dibilang seperti itu. Karena kan istilahnya kalau terjadi resesi kemungkinan bisa terjadi pengurangan karyawan ataupun kita punya bisnis mungkin pertumbuhan bisnis kita berkurang," ujarnya.

5. Alternatif Pembiayaan Perlu Selain Uang Tunai

Menurut Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini, uang cash memang sangat penting untuk dimiliki pada situasi seperti saat ini. Namun, perlu juga alternatif pembiayaan lain yang harus disiapkan.

Sebab, kata Mike, jika hanya mengandalkan uang cash dalam hal ini berupa dana darurat tidak akan cukup untuk mengcover semua kebutuhan. Mengingat kebutuhan di saat pandemi ini sangat besar.

“Tapi kan tidak semuanya kalau kita hanya mengandalkan cash saja kebutuhan yang namanya emergency itu tidak bisa ditebak berapanya karena itu jika tidak bisa kalau kita hanya mengandalkan cash saja kebutuhan akan cash itu akan sangat besar," ujarnya saat dihubungi Okezone

6. Seberapa Besar Kebutuhan Uang Cash?

Menurut Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini, pada saat situasi krisis seperti saat ini memang uang cash menjadi hal yang sangat hal yang penting. Namun bukan berarti, semua pegangan berupa uang cash.

"Benar cash is king dalam kondisi seperti ini,” ujarnya

Cash is the king yang dimaksud bisa juga menaruh uang ke dalam tabungan. Namun dengan syarat, tabungan tersebut harus mudah dan cepat untuk dicairkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Atau bisa juga dinvestasikan kepada beberapa instrumen. Namun investasi tersebut harus yang mudah dicairkan uangnya sehingga ketika dibutuhkan bisa digunakan.

"Sebenarnya menjaga likuiditas itu menjaga nilai kecukupan harta likuid tunai kita harta yang bisa dicairkan berupa uang," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini