6 Fakta Resesi di Depan Mata, Nomor 2 Tantangan Besar

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 20 September 2020 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 19 320 2280458 6-fakta-resesi-di-depan-mata-nomor-2-tantangan-besar-AzumXL8SAA.jpg Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Tekanan ekonomi yang timbul akibat pandemi Covid-19 membuat perekonomian Indonesia diprediksi tercebur ke jurang resesi pada kuartal III-2020. Krisis itu pun akan menyulitkan pemerintah dalam mendesain skema pemulihan ekonomi.

Okezone pada Minggu (20/9/2020) merangkum sejumlah fakta terbaru terkait ancaman resesi yang akan menimpa Indonesia. Berikut rangkuman ulasannya :

1. Sri Mulyani Akui Kesulitan Desain Pemulihan Ekonomi Nasional

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku dalam menyusun kebijakan ekonomi dalam menghadapi covid-19 sangat sulit. Apalagi, di kuartal kedua Indonesia sudah mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup dalam yakni minus 5,32%. Ekonomi Indonesia di ambang resesi jika kuartal III-2020 kembali minus.

"Dalam mendesain kebijakan fiskal di tahun 2020 sangat sulit karena masih adanya ketidakpastian yang dibayangi covid-19," ujar Menkeu dalam diskusi virtual, Jumat (18/9/2020).

Baca Juga: Indonesia Diprediksi Resesi, Faktanya Jokowi Masih Punya Harapan 

2. Pemulihan Ekonomi Tak Bisa Dilakukan Selama Masih Ada Covid-19

Bendahara negara itu menilai pemulihan ekonomi Indonesia tidak bisa dilakukan jika covid-19 masih ada. Adapun kebijakan ekonomi yang dibuat tidak akan berguna jika belum bisa mengatasi pandemi covid-19.

"Kebijakan ekonomi masih tidak akan berguna jika covid-19 belum bisa diatasi," kata Sri Mulyani.

 

3. Dibutuhkan Kebijakan yang Luar Biasa

Sri Mulyani menambahkan dengan adanya pandemi covid-19 ini bakal membuat defisit ekonomi akan melebar. Hal ini lebih parah dibandingkan krisis ekonomi yang terjadi pada 1998.

"Defisit akan melebar yang mana kita pernah mengalaminya di tahun 1998. Jadi kita butuh kebijakan luar biasa dalam menghadapi virus covid-19," jelasnya.

 

4. BI Terus Memperkuat Sinergi Ekspansi Moneter

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya terus memperkuat sinergi ekspansi moneter dengan akselerasi stimulus fiskal Pemerintah dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional.

"Bank Indonesia melalui bauran kebijakannya akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait agar berbagai kebijakan yang ditempuh semakin efektif mendorong pemulihan ekonomi," kata Perry dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (18/9/2020).

5. Ekonomi Indonesia 2020 Diprediksi Minus hingga 3%

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, perekonomian Indonesia masih akan terkontraksi hingga akhir tahun. Diprediksi pertumbuhannya berkisar -1,5% sampai -3% secara year on year (yoy).

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun yakni kuartal III dan kuartal IV diprediksi masih akan negatif tapi lebih dangkal dibanding kuartal II,” kata Faisal dalam diskusi virtual, Kamis (17/9/2020).

6. Pemerintah Harus Fokus Menanganani Covid-19

Dia meminta agar pemerintah fokus menangani pandemi secara baik. Hal ini bisa memulihkan kondisi perekonomian secara cepat ketika negara sudah terkena resesi.

"Negara-negara yang lebih cepat menangani pandemi dapat terhindar dari resesi dan bisa lebih cepat rebound jika sudah terjadi resesi," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini