Pembatasan Operasional KRL, Gerak Karyawan Terbatas Tanpa Hangout

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 19 September 2020 15:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 19 320 2280469 pembatasan-operasional-krl-gerak-karyawan-terbatas-tanpa-hangout-AgSVgQkdeY.jpg KRL (Foto: Okezone)

JAKARTA - Para pengusaha menyambut positif penyesuaian jam operasional kereta rel listrik (KRL) oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) selama kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Mulai hari ini, jam operasional KRL dari Jakarta hanya sampai pukul 19.00 saja.

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, dengan adanya penyesuaian ini, masyarakat mau tidak mau harus tertib dalam jam pulangnya. Artinya, tidak ada lagi yang mampir ke tempat lain untuk nongkrong setelah pulang kerja.

"Karyawan pada saat pulang kerja, bisa langsung pulang biar tidak mampir ke mana-mana. Karena kemarin-kemarin kan perasaannya ah ini masih ada jam malam macem-macem," ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (19/9/2020).

Baca Juga: KRL dari Jakarta Hanya Sampai Pukul 19.00 WIB, Pengusaha: Agar Karyawan Disiplin 

Menurut Sarman, selama ini para karyawan banyak yang memilih untuk pergi nongkrong dengan alasan operasional kereta hingga tengah malam. Namun dengan adanya penyesuaian ini tidak lagi bisa seperti itu karena akan ketinggalan kereta.

"Jadi memang mau tidak mau, membuat karyawan kita yang menggunakan transportasi kereta api harus tertib dan disiplin untuk pulangnya sehingga tidak tertinggal kereta," jelasnya.

 

Sebagai informasi, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan menyesuaikan jam operasional KRL Commuter Line mulai 19 September 2020 sehubungan dengan pemberlakuan PSBB di wilayah DKI Jakarta. Mulai Sabtu (19/9) KRL akan beroperasi mulai pukul 04.00 hingga pukul 20.00 WIB, dengan kereta-kereta pemberangkatan pertama memasuki wilayah DKI Jakarta sekitar pukul 05:00 WIB dan kereta-kereta terakhir meninggalkan wilayah DKI Jakarta sekitar pukul 19:00 WIB. Kapasitas pengguna tetap dibatasi hingga 74 orang per kereta.

VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba menjelaskan, penyesuaian ini juga sejalan dengan aturan jam operasional moda transportasi publik lainnya di wilayah Jakarta yang beroperasi dalam rentang waktu yang sama. Namun demikian, mengingat pola operasional KRL Jabodetabek yang menjangkau tiga provinsi, melayani 80 stasiun, dan melalui 418,5 KM jalur rel, maka akan ada sejumlah kereta yang berjalan di luar jam operasional tersebut.

"Perjalanan ini sangat penting untuk layanan bagi pengguna KRL karena berkaitan dengan pengaturan untuk stabling / parkir di lokasi pemberangkatan esok paginya, maupun kebutuhan perawatan, dan pencucian kereta," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini