Kunjungan Wisman Mulai Pulih Akhir Tahun, Pelaku UMKM Kaget

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 20 September 2020 08:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 20 320 2280666 kunjungan-wisman-mulai-pulih-akhir-tahun-pelaku-umkm-kaget-ZbIUKk5JKF.jpg Wisatawan (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat, sepanjang kuartal III 2020 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia tetap anjlok alias sepi. Itu karena penyebaran Covid-19 dalam negeri yang diproyeksi pemerintah masih terus terjadi hingga awal 2021.

Meski begitu, Kementerian BUMN optimis bila kunjungan wisman ke Indonesia mulai terjadi di kuartal IV tahun ini. Hal ini disampaikan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam Webinar BUMN, Sabtu 19 September 2020.

Baca Juga: Ini Keunggulan UMKM Indonesia

Arya menceritakan, saat mengunjungi salah satu kawasan wisata dalam negeri, dia sempat mendatangi pedagang atau pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjajakan dagangan di sekitar area wisata. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan bahwa penyebaran virus masih akan terjadi dan karenanya kunjungan wisman pada Agustus hingga September tahun ini diperkirakan masih sepi.

"Saya cerita bahwa, corona akan sangat panjang dan wisatawan mancanegara datangnya di kuartal IV (2020), saya bilang tahun depan dan bukan Agustus-September," ujar Arya, dikutip pada, Minggu (20/9/2020).

Baca Juga: Lagi Pandemi Covid-19, Usaha Mahar Pernikahan Justru Ramai Dicari Calon Pengantin

Mendengar penjelasan tersebut sejumlah pedagang merasa shock. Mereka menilai minimnya kunjungan wisman sangat mempengaruhi pendapatan yang menjadi sumber penghidupan mereka setiap harinya. Belum lagi, ketiadaan wisman pada kuartal ke-III tahun ini masih akan menjadi persoalan pajang bagi UMKM di sekitar kawasan wisata.

"Mereka (pedagang) shock. Katanya, apa yang bisa kami jual? Kami kerjakan. Kalau beternak di sini enggak ada rumput buat makan ternak. Kami kerja apa? Katanya. Ternyata ini real yang kita hadapi di lapangan," kata Arya.

Mendengar keluh kesah tersebut, Arya menyebut, pemerintah daerah setempat harus melakukan inovasi agar dapat mengakomodir kepentingan para pedagang. Bahkan, dia membenarkan bahwa persoalan serupa juga dialami banyak UMKM lainnya.

Selain itu, stimulus ekonomi bagi pelaku UMKM berupa restrukturisasi kredit yang dilakukan anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) terus digenjot. Karena ini sangat membantu pelaku usaha mikro di saat pendapatannya terkontraksi negatif di satu sisi, sementara di sisi lain ada tekanan bunga utang.

"Kalau nggak, mereka nggak makan sampai tahun depan, ini sangat banyak dialami pelaku UMKM yang terjadi saat ini, mau enggak mau ada inovasi pemerintah daerah kepada mereka, karena kondisi seperti itu. Jadi bagaimana supaya UMKM lega, baik utang tekanan bunga dan pengembalian pokoknya," ujar Arya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini