6 Fakta Terbaru Percepat Pengadaan Vaksin Covid-19

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 21 September 2020 06:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 20 320 2280802 6-fakta-terbaru-percepat-pengadaan-vaksin-covid-19-uyiTXFlvM4.jpeg Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Vaksin Covid-19 menjadi suatu hal yang paling ditunggu di masa pandemi saat ini. Pemerintah terus berkonsolidasi dengan berbagai negara agar akhir tahun 2020 Indonesia telah menerima zat anti bodi tersebut.

Tanda-tanda positif itu mulai terlihat ketika Indonesia resmi ditetapkan sebagai negara yang memenuhi syarat dengan kategori Advance Market Commitment (AMC) dalam kerangka Gavi Covax Facility. Terkait hal itu, Okezone pun sudah merangkum beberapa fakta percepatan pengadaan vaksin Covid-19.

Baca Juga: Menko Luhut Targetkan 100 Juta Penduduk Disuntik Vaksin Covid-19 pada Januari 2021

1. Indonesia Akan Menerima Bantuan Vaksin Covid-19 Sebanyak 53,6 Juta

Indonesia akan memperoleh vaksin sebesar 20% dari total jumlah penduduk atau sekira 53,6 juta vaksin (jumlah penduduk Indonesia 268 juta) dari Gavi Covax Facility. Gavi merupakan organisasi internasional yang menegosiasikan dan mendanai vaksin untuk negara berpenghasilan rendah serta menengah. Indonesia menjadi salah satu negara yang dibantu Gavi.

Gavi telah merancang skema pembiayaan AMC untuk menjamin akses yang cepat dan merata secara global terhadap vaksin Covid-19. Lembaga ini bermitra dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UNICEF, Bank Dunia (World Bank) dan Bill dan Melinda Gates Foundation.

Baca Juga: 40 Juta Vaksin Corona Masuk Akhir 2020, Menko Luhut: Critical Time Kita 2 Bulan

2. Pengadaan Vaksin Lewat Jalur Multilateral Akan Tersedia pada 2021

Pemerintah terus membangun komunikasi secara intensif dengan Gavi. Menlu Retno Marsudi mengutarakan, komunikasi tersebut juga menyangkut waktu ketersediaan dan harga vaksin untuk Indonesia.

"Perkiraan kita vaksin lewat jalur multilateral ini akan tersedia di tahun 2021. Yang pasti dengan bantuan financial ODA diharapkan harga vaksin akan lebih murah dibanding mekanisme yang lain," kata dia.

 

3. Luhut Sebut 3 Bulan ke Depan Jadi Critical Time Penanganan Covid-19

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B Pandjaitan sekaligus Wakil Ketua Komite Pengendalian Covid-19 dan Pengendalian Ekonomi Nasional mengatakan, tiga bulan ke depan menjadi critical time dalam penanganan Covid-19 di Tanah Air.

“Saya kira juga ini untuk semua critical time kita ini 3 bulan ke depan, sampai mulai nanti vaksin ini jalan,” kata Luhut dalam konferensi pers secara virtual terkait Penanganan Covid-19 di 9 provinsi, Jumat (18/9/2020).

4. Luhut Targetkan 100 Juta Penduduk Disuntik Vaksin Covid-19 pada Januari 2021

Luhut meyakini hingga Januari 2021 sebanyak 100 juta penduduk telah divaksinasi sehingga Covid-19 di Tanah Air bisa terkendali. “Nah kalau itu terlalui sampai Januari nanti sudah hampir 100 juta yang diinjeksi, saya kira mungkin akan mulai terkendali. Itu saya kira target kita. Karena tahun depan kita akan dapat 270 juta lebih. Mungkin saya kira akan lebih dari angka itu,” katanya.

5. Pengadaan Vaksin Akan Jadi Anggaran Prioritas di APBN 2021

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan , dirnya pun akan mengatur kembali sektor-sektor yang diprioritaskan dalam anggaran pemerintah. Serta memiliih sektor paling prioritas dalam anggaran tahun depan adalah pengeluaran untuk kesehatan. Termasuk, alokasi dana untuk pengadaan vaksin Covid-19 yang diperkirakan cukup signifikan.

"Kita juga akan memprioritaskan jaring pengaman sosial bagi masyarakat," kata dia.

6. Vaksin Covid-19 Belum Bisa Langsung Pulihkan Ekonomi

Menurutnya, jika pemerintah sudah mendapatkan harapan akan mendapatkan vaksin di akhir tahun, itu semua belum cukup untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Sebab, vaksin sendiri membutuhkan waktu penyembuhan lebih lama bagi banyak negara.

"Because covid masih di sini bersama kita meskipun banyak hope dan diskusi mengenai vaksin tapi ini membutuhkan waktu lebih lama bagi banyak negara," bebernya. "Because covid masih di sini bersama kita meskipun banyak hope dan diskusi mengenai vaksin tapi ini membutuhkan waktu lebih lama bagi banyak negara," bebernya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini