4 Jurus Maut Mendag Hadapi Covid-19

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Minggu 20 September 2020 21:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 20 320 2280887 4-jurus-maut-mendag-hadapi-covid-19-brWrvhm9az.jfif Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 memang mengubah tatanan sosial dan ekonomi saat ini. Bahkan, untuk bisa survive atau bertahan hidup masyarakat dan pemerintah harus dapat menyesuaikan diri dari perubahan yang ada.

Bahkan, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, pendekatan konvensional cukup sulit diterapkan di tengah pemberlakuan social distancing. Oleh karena itu, harus ada strategi yang bisa terapkan selama pandemi Covid-19.

Baca Juga: Tantangan Baru Perdagangan Global di Era Covid-19, Konsumen Ingin Produk Bersih

"Pandemi mengubah berbagai tatanan yang ada saat ini, dan untuk survive kita harus dapat menyesuaikan diri dari perubahan yang ada. Dengan adanya social distancing, pendekatan konvensional tidaklah diterapkan. Oleh karena itu, harus terdapat strategi yang bisa kita terapkan," ujar Agus, Jakarta, Minggu (20/9/2020).

Adapun empat strategi yang direkomendasikan Menteri Perdagangan bagi masyarakat, secara khusus bagi pelaku usaha. Keempat hal itu di antaranya, pertama, emphatic society, yakni mengedepankan empati dalam komunikasi marketing. Hal ini dikarenakan banyak masyarakat menjadi korban saat pandemi Covid-19 sehingga masyarakat dituntut mampu melahirkan tatanan baru yang penuh dengan solidaritas sosial yang tinggi.

Baca Juga: Pengakuan Sri Mulyani soal Utang Pemerintah Naik Rp693,9 Triliun

Kedua, multimedia marketing, yakni menginformasikan dan menjawab segala keluhan pelanggan di berbagai platform informasi. Baik melalui website, email, dan sosial media, dan platform digital lainnya.

Ketiga, go virtual, berupa memastikan bahwa bisnis perusahaan dapat dijangkau secara online. Dengan adanya Covid-19 konsumen menghindari kontak fisik. Karena itu, mereka beralih menggunakan media virtual atau digital.

Keempat, jaminan keamanan, yakni memberikan informasi mengenai jaminan keamanan produk. Saat ini masyarakat mengutamakan keamanan. 

Selain itu, dalam menyikapi dinamika perekonomian global, Kementerian Perdagangan memiliki beberapa kebijakan strategis dalam mendorong kinerja perdagangan di Indonesia, pertama, memudahkan dan mempercepat pelayanan penerbitan surat keterangan asal (SKA) barang ekspor melalui surat penerapan affixed signature dan stamp.

Kedua, menerapkan automatic automatisation dalam memproses perizinan ekspor dan impor bagi reputable traders. Ketiga, meningkatkan dan mempercepat layanan ekspor dan impor, sert mengawasi melalui national logistic ecosystem (NLE).

"Keempat, meningkatkan fasilitas dan pelayanan informasi ekspor, promosi ekspor serta business matching secara virtual melalui perwakilan perdagangan," ujar Agus.

Kelima, melakukan pelatihan kepada calon eksportir baru baik yang dilaksanakan oleh kementerian perdagangan maupun yang dilakukan bekerja sama dengan beberapa lembaga dan mitra dagang agar saat situasi kembali normal pelaku usaha sudah siap memanfaatkan peluang ekspor yang ada.

Keenam, mengusulkan insentif berupa asuransi atau kredit ekspor atau pembiayaannya kepada lembaga pembiayaan ekspor indonesia atau LPEI bagi eksportir terdampak Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini