7 Elemen Interior yang Perlu Diperhitungkan saat Dekorasi Rumah

Safira Fitri, Jurnalis · Senin 21 September 2020 10:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 470 2281055 7-elemen-interior-yang-perlu-diperhitungkan-saat-dekorasi-rumah-eRplmukQAc.jpg Dekorasi Ruangan (Shutterstock)

JAKARTA - Mempercantik rumah atau hunian menjadi salah satu kegiatan favorit setiap orang pada saat menempatinya. Di samping itu, elemen yang paling diperhitungkan adalah interior.

Di mana, interior merupakan bagian dalam ruang sebagai media untuk menilai atau pembandingan beberapa faktor, seperti keseimbangan, ritme, dan kesatuan. Selain itu juga sebagai alat untuk meningkatkan nilai estetis suatu ruang.

Adapun elemen-elemen interior yang harus dipertimbangkan saat mendesain interior adalah sebagai berikut seperti dilansir dari buku Ragam 'Desain Interior Modern' oleh Andie A. Wicaksono, dkk, Jakarta, Senin (21/9/2020).

 Baca juga: Membangun Rumah Sehat, Tanaman dan Tanah Punya Peran Penting

1. Elemen vertikal (dinding)

Dinding merupakan salah satu elemen penting. Dinding dapat diolah melalui beragam cara, misalnya dengan mengolah menjadi masif (solid) dan berongga (void), memainkan tekstur dengan membuat karakter lembut atau kasar, membuat dinding transparan, membuat tinggi-rendah dinding, serta lainnya.

2. Elemen horizontal (lantai)

Lantai dapat digunakan untuk menciptakan suatu kesan tertentu, misalnya jika ingin menciptakan kesan penutup lantai yang bersifat keras dan dingin digunakan bahan keramik. Namun, jika ingin ciptakan kesan mewah dan sejuk gunakan marmer.

 Baca juga: Pakai Ornamen Bambu di Dinding, Bikin Rumah Adem dan Unik

Berbagai efek pada lantai dapat diciptakan, tergantung bahan elemen hoorizontal yang digunakan.

3. Elemen penutup ruang bagian atas (langit-langit)

Langit-langit dapat dimanfaatkan untuk mempertegas fungsi, suasana, maupun harmoni ruang. Misalnya, jika ingin menciptakan kesan mewah dan elegan, bahan gipsum yang diberi warna putih (netral) dengan permainan lampu (lighting) yang sesuai.

 Baca juga: Begini Cara Bikin Jendela Rumah Menarik dan Eye Catching

Namun, jika ingin menciptakan suasana lembut dan berkesan sejuk, plafon dapat dibuat datar tanpa permainan bentuk, kemudian dipadu dengan lampu down light yang akan memberikan efek nyaman.

4. Elemen furnitur (perabot)

 

Elemen furnitur mencakup segala jenis perabot yang digunakan dalam desain interior, seperti meja, kursi, lemari, kredenza, dan sofa. Jenis perabot dapat dipilih berdasarkan kesan yang diinginkan.

Selain itu, ukuran perabot bisa rendah, tinggi, ramping, lebar, atau sempit.

5. Elemen estetis ruang

Elemen ini berfungsi menciptakan keindahan (estetis) dan aksesori. Contoh elemen estetis dan aksesori yang dapat ditambahkan pada suatu ruang misalnya hiasan dinding, hiasan meja, dan sebagainya.

Upayakan penambahan elemen estetis dan aksesori dapat sinkron dengan ketiga prinsip desain, yaitu fungsi ruang, suasana yang ingin diciptakan, dan harmoni yang akan diangkat dalam ruang tersebut.

 

6. Elemen warna

Warna menciptakan kesan, suasana ruang, serta emosi penghuninya. Misalnya jika ingin menciptakan suasana cerah, gunakan warna biru muda atau putih (netral). Namun, jika ingin suasana dingin dan sejuk gunakan tema warna hijau muda.

Sebaliknya jika ingin menciptakan suasana riang dan enerjik, warna-warna terang seperti oranye, beige, maupun merah adalah pilihannya.

7. Elemen pencahayaan

Elemen pencahayaan memperkuat dan membentuk suasana, misalnya untuk membuat suasana hangat, romantis, ceria, maupun tenang, diperlukan teknik pencahayaan yang berbeda.

Untuk menciptakan suasana terang dan akrab terhadap lingkungan luar dapat menggunakan dinding transparan berupa kaca. Namun, jika ingin menciptakan suasana hangat, dapat memperkecil bukaan ruang seperti jendela atau sejenisnya, kemudian tambahkan lampu yang diperlukan, sehingga cahaya dari luar dapat dikendalikan dan dipadu dengan cahaya dari lampu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini