Pulihkan Ekonomi, Tentukan Dulu Sektor yang Diprioritaskan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 22 September 2020 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 320 2281762 pulihkan-ekonomi-tentukan-dulu-sektor-yang-diprioritaskan-N8Gw6YQCja.jpg Ekonomi Digital (Shutterstock)

JAKARTA – Pemerintah diminta untuk menentukan skala prioritas dalam memulihkan perekonominan Indonesia di saat krisis akibat pandemic Covid-19. Diharapkan dengan adanya itu, penyerapan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bisa cepat terserap.

Wakil Komisi Tetap Industri Hulu dan Petrokimia Kadin Achmad Widjaja mengatakan, pemerintah harus segera menentukan sektor industri apa yang segera dipulihkan keadaannya. Sehingga, dengan begitu proses penyerapan dana PEN bisa lebih terfokus.

 Baca juga: Soroti Kasus Covid-19, Sri Mulyani: Jakarta Jadi Episentrum Terbesar

“Kita tentuin dulu sektor mana yang harus didahulukan. Jadi kita harus menentukan dulu industri apa dulu. Sektoral industri belum clear, itu juga susah,” kata Achmad dalam acara Market Review di IDX Channel, Selasa (22/9/2020).

Setelah itu, lanjut dia, antara pemerintah pusat dan daerah pun harus seirama dalam melakukan penyerapan dana PEN. Pasalnya, bila keduanya mempunyai ego-ego yang berbeda, maka pencairan stimulus itu pun akan berjalan di tempat.

 Baca juga: Atasi Covid-19, Faisal Basri: Ekonomi Bisa Pulih tapi Nyawa Manusia Tidak

“Kalau ada daerah-daerah tertentu ini juga antar pusat dan daerah, ini integrasinya tidak jalan. Kalau tidak semua orang punya paket sendiri-sendiri,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemerintah juga harus menciptakan sebuah terobosan dengan menghadirkan aplikasi teknologi. Dengan begitu, metode penyalurannya pun akan mudah terdeteksi siapa saja yang belum menerima stimulus tersebut.

“Yang namanya internet sudah di mana-mana, kenapa tidak semua pakai aplikasi untuk memonitor?,” ujarnya.

Seperti diketahui, realisasi anggaran PEN per 17 September 2020 sebesar Rp254,4 triliun atau 36,6% terhadap pagu anggaran PEN yang sebesar Rp.695,2 Triliun. Jika dilihat per kelompok program, realisasinya, Kesehatan (Rp18,45 triliun atau 33,47%), Perlindungan Sosial (Rp134,4 triliun atau 57,49%), Sektoral K/L atau Pemda (Rp20,53 triliun atau 49,26%). Lalu, insentif Usaha (Rp22,23 triliun atau 18,43%), dan Dukungan UMKM (Rp58,74 triliun atau 41,34%).

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini