Anggaran BLT hingga Pulsa Gratis Ditambah Jadi Rp242 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 23 September 2020 20:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 320 2282694 anggaran-blt-hingga-pulsa-gratis-ditambah-jadi-rp242-triliun-Y8AT7ePq5D.jpg Pekerja Dapat Subsidi Gaji Rp1,2 Juta dari Pemerintah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah menambahkan anggaran jaring pengaman sosial atau social safety net yang sebelumnya Rp203,9 triliun menjadi Rp242 triliun. Penambahan anggaran ini untuk mempercepat realisasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp695,2 triliun pada akhir tahun ini.

Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN) Raden Pardede menyebut, penambahan anggaran itu dikhususkan bagi program-program yang dinilai selama ini berjalan baik dan maksimal.

Program yang dimaksud adalah seperti subsidi gaji, subsidi gaji guru honorer, subsidi kuota internet, perpanjangan diskon listrik dan tambahan dana bergulir (LPDB). Pemerintah juga memberikan dukungan bagi UMKM yakni Bantuan Presiden Produktif untuk usaha mikro.

“Kami mau serap seluruh anggaran ini. Jadi anggaran pemerintah dari Rp695,2 triliun, kami enggak mau tinggalkan sepeser pun, karena kami lihat mungkin perlu realokasi anggaran ini terutama untuk pemberian bansos, perlindungan sosial, itu kami tambah,” ujar Raden, Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Langkah pemerintah untuk mendorong program bantuan sosial itu, kata Raden, agar masyarakat kelas menengah bawah mampu bertahan di tengah krisis ekonomi dan kesehatan saat ini. Dengan penambahan pagu anggaran itu, diharapkan mampu meningkatkan daya konsumtif masyarakat yang selanjutnya diyakini akan mendorong roda ekonomi nasional.

“Kalau mereka belanja maka permintaan barang dalam negeri naik, kalau naik maka penciptaan lapangan kerja bisa terjadi dan selanjutnya ekonomi bergerak dan itu akan berputar,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Raden juga menjelaskan ihwal penyerapan anggaran PEN senilai Rp695,23 triliun yang dinilai lamban. Di mana, per 14 September 2020 realisasi penyerapan anggaran PEN baru mencapai mencapai Rp240,9 triliun atau 34,6% dari pagu anggaran.

Raden mengatakan, realisasi anggaran PEN tidak bisa dilihat atas periodisasi penyebaran Covid-19 di Indonesia. Meski Covid-19 masuk ke Tanah Air sejak Februari atau Maret lalu, skema dan pembahasan dana PEN baru dimulai pemerintah pada awal Juni tahun ini.

Sementara program PEN mulai digulirkan di minggu kedua bulan Juli. Karena itu, dia menyebut, realisasi anggaran PEN harus dihitung sejak awal Juli hingga September ini.

"Program PEN bergulir di akhir Mei atau Awal Juni. Mestinya (realisasi) dilihat mulai Juli, Agustus. Bulan mulai januari," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini