5 Fakta Defisit APBN Tekor Rp500 Triliun, Nomor 3 Jauh dari Harapan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 26 September 2020 09:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 320 2283799 5-fakta-defisit-apbn-tekor-rp500-triliun-nomor-3-jauh-dari-harapan-VlrzgcUjbC.jpg Rupiah (Foto: Okezone)

JAKARTA – Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 mengalami defisit hingga Rp500,6 triliun atau 48,2% dari patokan dalam APBN sebesar Rp1.039,2 triliun.

Salah satu penyebab defisit itu karena minimnya pendapatan negara dan jumlah belanja yang besar karena adanya pandemi Covid-19.

Terkait adanya hal tersebut Okezone sudah merangkum beberapa fakta mengenai APBN 2020, Defisit Tekor Rp500 triliun, Jakarta, Sabtu (26/9/2020).

1. Defisit Setara 3,05% PDB

 

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 mencapai Rp500,6 triliun atau 48,2% dari patokan dalam APBN 2020 senilai Rp1.039,2 triliun. Realisasi defisit anggaran itu setara dengan 3,05% PDB.

2. Penyebab Defisit

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan defisit ini disumbang dari pendapatan negara mencapai Rp1.034,1 triliun atau mengalami negatif growth 13,1% dibandingkan realisasi tahun lalu sampai Agustus 2019. Sedangkan untuk belanja negara tercatat lebih besar hingga Rp1.534,7 triliun.

"Posisi Agustus defisit sudah Rp500,5 triliun atau 3,05%" kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (22/9/2020).

 Rupiah Melemah di Angka Rp14.777/USD

3. Penerimaan Pajak Baru Mencapai 56,5%

Bendahara negara itu merinci realisasi penerimaan pajak hingga akhir Agustus 2020 tercatat senilai Rp676,9 triliun atau 56,5% terhadap target APBN 2020 yang sudah diubah sesuai Perpres No. 72/2020 senilai Rp1.198,8 triliun.

4. Realisasi Penerimaan Bea dan Cukai Alami Pertumbuhan

Realisasi penerimaan bea dan cukai hingga 31 Agustus 2020 tercatat senilai Rp121,2 triliun atau 58,9% dari target Rp205,7 triliun. Realisasi ini mencatatkan pertumbuhan 1,8% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp119,0 triliun.

5. Realisasi Perpajakan Alami Kontraksi 13,4%

Realiasi penerimaan perpajakan hingga Agustus 2020 tercatat senilai Rp798,1 triliun atau 56,8% dari target Rp1.404,5 triliun. Performa ini mencatatkan kontraksi 13,4% dibandingkan realisasi akhir Agustus 2019 senilai Rp921,5 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini