Mahasiswa tapi Mau Merdeka Secara Finansial? Berikut Caranya

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 26 September 2020 06:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 622 2283913 mahasiswa-tapi-mau-merdeka-secara-finansial-berikut-caranya-1G8JtHNU6I.jpg Mengelola Keuangan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Merdeka secara finansial menjadi keinginan setiap orang, termasuk bagi mereka yang masih mengenyam pendidikan perguruan tinggi.

Namun yang menjadi kendala adalah, masyarakat masih kebingungan untuk menentukan cara untuk merealisasikannya.

Financial Educator Lifepal Aulia Akbar mengatakan, salah satu cara untuk bisa merdeka secara finansial adalah jangan boros. Selain itu, perlu dibiasakan untuk mulai peduli pada keluar masuk uang yang dimiliki.

"Masih muda masih kuliah jangan kebiasaan boros. Biasakan untuk mulai aware sama yang namanya arus kas bersihnya," ujarnya dalam sebuah diskusi virtual belum lama ini, Sabtu (26/9/2020).

Menurut Aulia, memang saat ini kebanyakan mahasiswa masih belum memiliki penghasilan sendiri. Namun bukan berarti bisa bebas membelanjakan uangnya tanpa kontrol.

Menurut Aulia, uang jajan yang didapat dari orangtua harus diatur dengan bijak khususnya untuk pengeluarannya. Dirinya menyarankan agar ketika mengatur keuangan, bisa sedikit menyisihkan uang jajannya untuk tabungan.

"Walaupun sekarang belum punya penghasilan. Tapi kan terima juga kan ya uang jajan dari papa atau mamanya. Biasakan setiap bulannya ada yang disisakan. Arus kas bersihnya jadi ada surplus di situ," jelasnya.

 

Langkah pertama mengatur keuangan adalah menghitung terlebih dahulu pendapatan dalam sebulan. Kemudian juga mulai dihitung kebutuhan pengeluarannya.

Sebagai ilustrasi, jika seseorang memiliki dua pemasukan yang berasal dari uang jajan dan juga pendapatan dari hasil bekerja secara freelance. Kemudian pendapatan tersebut dibagi ke dalam beberapa pos pengeluaran dari mulai untuk pembayaran uang kos hingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Misalnya kas masuk dapat uang jajan atau teman-teman sempat kerja part time. Lalu arus keluarnya ada bayar kos, biaya makan bensin dan sebagainya. Nah sekarang kan bensin bisa ditekan karena kan banyak kuliah online ya. Jajannya bisa ditekan, travelingnya juga iya, pacarannya juga," jelasnya.

Kemudian pendapatan atau pemasukan yang dimiliki dikurangi dengan pengeluaran. Jika hasilnya surplus, maka pengelolaan keuangannya sudah cukup bagus karena masih bisa menyisihkan untuk tabungan masa depan.

"Kalau bisa ketika kas masuk dikurangi kas keluar hasilnya jangan sampai minus. Hasilnya kalau bisa surplus. Jadi ada yang bisa ditabung di masa mendatang," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini