Tak Ikut Pelatihan, 189.436 Orang Dicabut Kepersertaan Kartu Prakerja

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 26 September 2020 19:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 26 320 2284282 tak-ikut-pelatihan-189-436-orang-dicabut-kepersertaan-kartu-prakerja-ZGhwF6fd4M.jpg Kartu Prakerja (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) mencatat sebanyak 189.436 orang yang dicabut kepesertaannya sebagai peserta program Kartu Prakerja. Data itu dihimpun hingga 26 September 2020.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, angka itu setara dengan 3,46% dari total penerima Kartu Prakerja gelombang 1-9 yang berjumlah 5.480.918 orang. Akibat dari pencabutan kepesertaan ini, pemerintah pun mengembalikan uang senilai Rp 672.4 miliar ke Rekening Kas Umum Negara (RKUN)

 Baca juga: Mulai Hari Ini, Program Kartu Prakerja Gelombang 10 Resmi Dibuka

"Dari pencabutan kepesertaan ini, sejumlah Rp 672.4 miliar telah dikembalikan ke Rekening Kas Umum Negara (RKUN). Komite Cipta Kerja akan memutuskan berapa dan kapan dana yang kembali ke RKUN ini akan dipulihkan dan dialokasikan kepada peserta lainnya," ujar Airlangga Hartarto dalam siaran pers yang diterima, Jakarta, Sabtu (26/9/2020).

Hal itu sejalan dengan Peraturan Menteri Koordinator Perekonomian Nomor 11 tahun 2020, di mana setiap penerima Kartu Prakerja wajib menggunakan bantuan untuk mengikuti pelatihan pertama dalam waktu 30 hari sejak menerima Kartu Prakerja. Apabila tidak melakukan hal ini, maka kepesertaannya akan dicabut kepesertaannya.

Baca juga: Viral Insentif Kartu Prakerja Diduga Buat Booking PSK, Begini Kata PMO

Selain itu, program yang secara resmi mulai dibuka pada 11 April 2020 lalu, kata Airlangga, telah menyerap 98% dari target penerima Kartu Prakerja tahun 2020. Di mana, setelah ditutupnya pendaftaran gelombang 9 sejak 21 September lalu, jumlah penerima sudah mencapai 5.480.918 dari kuota sebesar 5.597.183 orang.

Sisa kuota sebesar 116.261 akan diserap melalui pendaftaran gelombang 10 yang dibuka pada Sabtu, 26 September 2020, tepatnya pukul 12.00 WIB “Dengan demikian lengkaplah total kuota penerima Kartu Prakerja tahun anggaran 2020,” kata dia.

Sementara itu, per 25 September 2020 jumlah pendaftar melalui situs program Kartu Prakerja mencapai 30.044.167 orang atau hampir enam kali lipat dibandingkan dengan kuota penerima tahun 2020. Jumlah itu mencakup semua perwakilan dari kabupaten dan kota dalam waktu kurang dari 7 bulan.

Airlangga menyebut, angka itu tidak hanya mengindikasikan minat dan kebutuhan masyarakat yang tinggi terhadap program Kartu Prakerja, namun juga karena akses masyarakat terhadap program yang dinilai cukup mudah.

“Pendaftaran yang mudah ini sangat penting untuk memberikan akses yang luas bagi masyarakat terhadap aneka pelatihan dalam rangka mendukung cita-cita SDM Unggul, Indonesia Maju,” ujar Airlangga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini