RI Ekspor Tepung dan Santan Kelapa ke India hingga Jerman

Rina Anggraeni, Jurnalis · Minggu 27 September 2020 08:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 27 320 2284395 ri-ekspor-tepung-dan-santan-kelapa-ke-india-hingga-jerman-1QEHPbgAJ6.jpg RI Ekspor Tepung hingga Santan Kelapa ke India hingga Jerman. (Foto: Okezone.com/Pelindo 1)

JAKARTA - Ekspor komoditas pertanian menjadi salah satu pendukung surplusnya neraca perdagangan. Ekspor non migas ini masih kuat di tengah pandemi dengan catatan sepanjang Januari-Agustus 2020 meningkat sebesar 8,59%.

Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto baru saja melakukan kegiatan pelepasan ekspor produk pertanian olahan.

Baca Juga: Palsukan Data, Izin 14 Eksportir Lobster Dicabut

“Hari ini kita menyaksikan penyerahan sertifikat sekaligus ekspor perdana tepung kelapa ke India dan juga ekspor santan kelapa ke Jerman untuk kesekian kalinya,” ujar di Jakarta, Minggu (27/9/2020).

Dia melanjutkan, Kementerian Pertanian diharapkan dapat mendorong para pelaku bisnis di provinsi Kepulauan Riau untuk bisa meningkatkan ekspor, melakukan perluasan pasar ke luar negeri, dan membantu pemulihan ekonomi nasional.

Baca Juga: Bocoran Dubes agar Ekspor ke China Lancar Jaya

“Ini adalah produk yang 100% dari Indonesia dan membuat nilai tambah kelapa menjadi tinggi. Ini adalah ekspor yang luar biasa dan diharapkan bisa direplikasi di berbagai daerah karena kita adalah Negeri Rayuan Kelapa sehingga wajar Indonesia mengekspor kelapa,” terang Menko Airlangga.

Apalagi, lanjut Menko Perekonomian, di tengah situasi pandemi Covid-19 ini, minyak kelapa murni memiliki manfaat kesehatan.

“Seperti yang sering disampaikan Menteri Pertanian bahwa minyak kelapa bisa membantu meningkatkan imunitas, yaitu dari VCO (Virgin Coconut Oil).

Dirinya pun mengapresiasi PT Bionesia Organic Foods (Eksportir Produk Kelapa Olahan ke Jerman) serta para eksportir lainnya yang tetap mampu mendorong ekspor di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Kita tentu mengapresiasi PT Bionesia Organic Foods yang ditargetkan akan mengekspor dari awalnya USD10 juta menjadi USD20 juta dengan investasi USD25 juta, dan tentu ini mempekerjakan banyak tenaga kerja,” tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini