8 Antisipasi Banjir, Salah Satunya Buat Sumur Serapan

Safira Fitri, Jurnalis · Senin 28 September 2020 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 470 2285002 8-antisipasi-banjir-salah-satunya-buat-sumur-serapan-8nLk6Sotc7.jpeg Rumah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Musim penghujan kerap menjadi masalah bagi beberapa orang yang tinggal di lokasi dengan dataran rendah. Pasalnya, hujan deras terus-menerus bisa mendatangkan banjir kapan saja secara tak terduga.

Oleh karena itu, terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi rumah tinggal di daerah banjir, berikut ini seperti dilansir dari buku Home Solution: Solusi dan Tips Rumah Tinggal, Jakarta, Senin (28/9/2020).

Baca Juga: Punya Lahan Kecil, Begini Persiapan Menanam di Pot

Pertama, agar rumah bebas banjir.

Pilih lokasi yang tepat dengan benar-benar memperhatikan lokasi tanah yang akan dibeli. Bagi yang ingin membeli rumah di pengembang, jangan terjebak iklan spanduk yang mencantumkan hunian bebas banjir.

Tanyakan selengkapnya mengenai tanah yang akan dibeli. Tanya kepada penduduk asli, perhatikan kontur (ketinggian tanah) di sekitar lokasi, dan sebagainya. 

Kedua, membuat sumur resapan.

Sumur resapan adalah solusi termurah dan tercepat yang dapat direalisasikan untuk mencegah banjir. Sumur resapan merupakan salah satu teknik untuk mengumpulkan dan menyimpan air hujan.

Dengan menampung air hujan, suplai air tanah akan semakin besar dan bisa menambah jumlah cadangan. Membuat sumur resapan sesuai standar nasional Indonesia berada pada lahan yang datar tidak pada tanah yang berlereng curam atau labil.

Kemudian jauh dari tempat penimbunan sampah, septictank (minimum 5 meter diukur dari tepi), berjarak minimum 1 meter dari fondasi bangunan, dan bentuknya bundar atau persegi empat sesuai selera.

Baca Juga:  Jadi Tren di Ibu Kota, Bentuk Taman Sesuai dengan Desain Rumah

Ketiga, memperhatikan cara membuat sumur resapan.

Apabila hendak membuat sumur resapan sebaiknya menggunakan bahan yang sifatnya tidak larut dalam tanah. Sebulan sebelum musim hijan, sumur harus diperiksa lebih dulu untuk melihat ada timbunan kotoran atau tidak.

Keempat, penghijauan.

Untuk menjadikan sebuah wilayah terdapat lokasi peresapan air, salah satunya adalah dengan membuat area hijau. Diadakannya area hijau merupakan sebuah upaya agar air hujan jatuh dan terserap ke area tersebut.

Oleh karena itu, buatlah ruang terbuka hijau secara merata di tiap wilayah agar dapat meresap air dan tidak menyebabkan banjir.

 

Kelima, memilih pohon untuk penghijauan.

Di antaranya, yakni pilih yang berbatang besar dan tinggi, berpenampilan segar dan menarik, berfungsi sebagai penyerap polusi, berfungsi sebagai peneduh jalan, bebas hama dan penyakit.

Lalu, percabangannya kuat daunnya tidak mudah gugur, tidak menimbulkan alergi, perawatannya mudah, dan terakhir tidak berbahaya.

Keenam, meninggikan lantai.

Setiap orang yang tinggal di daerah rawan banjir dan sering terkena banjir pasti memiliki gagasan untuk meninggikan lantai rumahnya. Namun, cara tersebut dilakukan jika ketinggian banjir kurang dari 1 meter.

Meninggikan lantai pun perlu diperhatikan medianya, dapat menggunakan keramik juga dapat menggunakan puing bekas bongkaran bangunan.

Ketujuh, menambah lantai rumah.

Apabila banjir yang terjadi mencapai ketinggian 2 meter atau lebih, tidak ada jalan lain kecuali meningkat atau menambah satu lantai lagi (rumah bertingkat). Menambah lantai rumah tentu akan memerlukan biaya besar karena memerlukan perencanaan konstruksi bangunan tersebut.

Selain itu, ada perubahan penggunaan lantai bawah. Perabot elektronik ditempatkan di lantai atas, termasuk lemari pakaian, lemari buku, dan perabot penting lainnya yang berisi surat-surat penting.

Begitu juga untuk pompa air, gunakan pompa yang berdaya sedot tinggi (jet pump). Letakkan jet pump di lantai atas sehingga tidak terendam air.

Kedelapan, persiapan menghadapi banjir.

Jika terjadi banjir pada kategori sedang, tidak dilakukan evakuasi. Namun jika ketinggian air telah mencapai 1,5-2 meter maka perlu beberapa tips untuk menghadapinya.

Dengan merombak ruang rangka atap dan jadikan sebagai tempat tinggal darurat, buka bukaan pada atap genting yang dapat berfungsi sebagai jendela atau pintu keluar untuk penyelamatan diri bila terlihat permukaan air terus meninggi.

Kelima, memilih pohon untuk penghijauan.

Di antaranya, yakni pilih yang berbatang besar dan tinggi, berpenampilan segar dan menarik, berfungsi sebagai penyerap polusi, berfungsi sebagai peneduh jalan, bebas hama dan penyakit.

Lalu, percabangannya kuat daunnya tidak mudah gugur, tidak menimbulkan alergi, perawatannya mudah, dan terakhir tidak berbahaya.

Keenam, meninggikan lantai.

Setiap orang yang tinggal di daerah rawan banjir dan sering terkena banjir pasti memiliki gagasan untuk meninggikan lantai rumahnya. Namun, cara tersebut dilakukan jika ketinggian banjir kurang dari 1 meter.

Meninggikan lantai pun perlu diperhatikan medianya, dapat menggunakan keramik juga dapat menggunakan puing bekas bongkaran bangunan.

Ketujuh, menambah lantai rumah.

Apabila banjir yang terjadi mencapai ketinggian 2 meter atau lebih, tidak ada jalan lain kecuali meningkat atau menambah satu lantai lagi (rumah bertingkat). Menambah lantai rumah tentu akan memerlukan biaya besar karena memerlukan perencanaan konstruksi bangunan tersebut.

Selain itu, ada perubahan penggunaan lantai bawah. Perabot elektronik ditempatkan di lantai atas, termasuk lemari pakaian, lemari buku, dan perabot penting lainnya yang berisi surat-surat penting.

Begitu juga untuk pompa air, gunakan pompa yang berdaya sedot tinggi (jet pump). Letakkan jet pump di lantai atas sehingga tidak terendam air.

Kedelapan, persiapan menghadapi banjir.

Jika terjadi banjir pada kategori sedang, tidak dilakukan evakuasi. Namun jika ketinggian air telah mencapai 1,5-2 meter maka perlu beberapa tips untuk menghadapinya.

Dengan merombak ruang rangka atap dan jadikan sebagai tempat tinggal darurat, buka bukaan pada atap genting yang dapat berfungsi sebagai jendela atau pintu keluar untuk penyelamatan diri bila terlihat permukaan air terus meninggi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini