30 BUMN 'Mati Suri', Dahlan Iskan: Pembubarannya Terhambat Hukum dan Politik

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 30 September 2020 05:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 29 320 2285721 30-bumn-mati-suri-dahlan-iskan-pembubarannya-terhambat-hukum-dan-politik-kD2cHJ1Woj.jpg Kementerian BUMN (Okezone)

JAKARTA - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan buka-bukaan soal perseroan pelat merah yang mati suri. Pasalnya, ada sekira 30 perusahaan BUMN yang tidak lagi beroperasi dan pembubarannya pun belum dapat dilakukan.

Dari 30 BUMN tersebut, dua di antara adalah PT Merpati Nusantara Airlines dan Produksi Film Negara (PFN). Dahlan menyebut, salah satu sebab yang membuat Kementerian BUMN tak mengambil langkah pembubaran karena terkendala persoalan hukum dan politik.

Meski demikian, dia tidak menjelaskan bagaimana aspek hukum dan politik menghambat langkah pemerintah untuk melakukan pembubaran.

"Minimal ada 30 BUMN yang sebetulnya sudah meninggal dunia tapi mayatnya belum dikubur. Seperti Merpati dan FPN. Ada kira-kira 30. Tinggal mengubur saja karena sudah mati dan nggak ada nafas, tapi nggak bisa karena ada hambatan hukum, politik," ujar Dahlan.

Dahlan bercerita, saat dirinya menjabat sebagai Menteri BUMN, dia memiliki gagasan untuk membangun BUMN Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Perseroan ini berfungsi untuk menampung, BUMN yang mati suri untuk dijadikan anak usaha PPA.

Dahlan Iskan: 30 BUMN Sudah Meninggal tapi Belum Dikubur

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini